Jalan Basuki Rahmat 23 Telp. (0721)-488843 Bandar Lampung
This blog consists of:
information, education, health, technology, sports, general articles etc.
information, education, health, technology, sports, general articles etc.
Sabtu, 31 Januari 2009
Nuansa Pemilu
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Permadi, membeberkan kebobrokan dalam tubuh DPR sehingga ia akhirnya memutuskan mundur sebagai wakil rakyat.
Menurut dia, kian hari lembaga tersebut makin berseberangan dengan hati nurani, disiplin hidup, prinsip, dan keyakinannya. Sebelumnya, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar Idrus Marham juga sempat mengungkapkan kebobrokan Dewan dalam sebuah tulisan yang disampaikan dalam forum ilmiah.
"Saya sudah tidak ada lagi harapan menjadi anggota DPR. Hati nurani saya tidak bisa menerimanya (kebobrokan dalam DPR). Malu saya. Lebih baik saya 'di luar' sajalah," ujar Permadi kepada pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (30-1).
Permadi mengatakan terbongkarnya berbagai penyelewengan yang menyangkut anggota Dewan hanya sebatas puncak gunung es. Yang sebenarnya jauh lebih hebat dibanding dengan apa yang diberitakan di media massa.
Seluruh komisi, Panitia Anggaran, dan alat kelengkapan DPR, lanjut dia, sangat rapi dalam menjalankan penyelewengan dan mereka tidak takut terhadap KPK. "KPK itu tidak cukup berani mengungkapkan semua penyelewengan-penyelewengan itu," cetus Permadi.
Tabiat "malas" anggota Dewan ternyata sudah menjadi rahasia umum. Rapat paripurna, ungkap Permadi, kerap terlambat dan jarang mencapai kuorum. Hal ini kemudian disiasati dengan penundaan beberapa menit dan pengisian absen sehingga rapat dinyatakan kuorum.
Rendahnya tingkat kehadiran anggota Dewan serta pembahasan yang berlarut-larut inilah yang menyebabkan target Program Legislasi Nasional (Prolegnas) menjelang akhir masa jabatan tidak tercapai.
Padahal, anggota Komisi III DPR Nursyahbani Katjasungkana mengungkapkan untuk satu undang-undang, DPR menganggarkan Rp3,5 miliar. Anggaran ini meningkat dari sebelumnya Rp800 juta per undang-undang.
Politisi perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menyatakan salah satu ketidakberhasilan DPR kini adalah DPR dinilai tidak accountable (bertanggung jawab) dalam pengelolaan keuangan. "Sudah tahun keempat, tidak pernah ada pertanggungjawaban keuangan dari Setjen ke anggota dalam paripurna. Saya juga heran, untuk apa sih BURT itu sering kunjungan ke luar negeri," tukas Nursyahbani.
Permadi pun mengungkapkan kejanggalan berupa pemberian honor kepada pimpinan DPR Rp6,5 juta setiap pengesahan undang-undang. Padahal, pimpinan DPR tidak pernah memberikan andil dalam pembahasan undang-undang tersebut. "Ini janggal sekali," imbuh dia.
Menanggapi hal ini, Nursyahbani berpendapat serupa. Menurut dia, pimpinan DPR tidak perlu mendapatkan honor itu. "Hanya ketuk palu, lalu dapat Rp6 juta hingga Rp7 juta. Ini kan tidak fair. Saya juga tidak tahu itu kesepakatan dari mana. Sejak awal, memang pengelolaan keuangan DPR tidak transparan," cetus dia.
Permadi, yang memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra sebagai dewan pembina, pun menyoroti perilaku anggota Dewan yang tidak serius dalam kunjungan kerja baik dalam maupun luar negeri. Padahal, alokasi anggaran untuk kunjungan kerja yang notabene adalah uang rakyat sangatlah besar.
"Setiap kunker dan rapat Pansus, seluruh anggota Dewan selalu mendapat honor. Padahal, ada anggota Dewan yang hanya hadir kunker sehari atau tidak pernah hadir rapat Pansus, mereka tidak serius tapi mendapatkan honor penuh. Kebobrokan ini bersumber dari sistem dan personel di dalamnya. Benar-benar tidak adil," tandas Permadi. n MI/N-2
Sumber berita: JAKARTA (Lampost): 31 Januari 2009
Jumat, 30 Januari 2009
Olah raga
Turnamen futsal 2 Mei Cup II yang akan mulai digelar 1 Februari mendatang diikuti 16 tim. Pada hari pertama event yang digelar SMK 2 Mei itu akan menggelar enam pertandingan.
Ketua panitia kegiatan, Rahmanto, mengatakan berdasarkan technical meeting yang digelar panitia kemarin jumlah peserta yang ikut serta mencapai 16 tim. "Jumlah tim itu berasal dari 14 SMP negeri dan swasta di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya," kata dia, Kamis (29-1). read more
Peserta tersebut, di antaranya SMPN 30 Bandar Lampung, SMPN 8 Bandar Lampung, SMPN 21 Bandar Lampung, SMP Muhammadiyah 3, dan SMPN 9 Bandar Lampung. Sementara wakil dari luar Bandar Lampung ialah SMP Tri Sukses, SMP Islam Terpadu, dan SMPN 2 Merbau Mataram.
Dengan jumlah peserta yang ada, panitia memutuskan menggunakan sistem gugur. Dengan waktu pertandingan hingga minggu ketiga Februari. "Sistem yang digunakan sistem gugur. Jadi tiap minggu akan diisi enam partai pertandingan. Menurut rencana tiga minggu sudah selesai," urai guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMK 2 Mei ini.
Selain memutuskan sistem pertandingan maupun jumlah pertandingan yang akan digulirkan, dalam technical meeting juga telah dijelaskan peraturan pertandingan futsal yang sesuai dengan aturan FIFA. Begitu juga dengan penegasan batas usia maksimal pemain futsal yang akan mengikuti kompetisi khusus pelajar SMP ini.
"Peraturan pertandingan sudah diberitahukan dalam proposal yang disebar ke setiap peserta. Begitu juga dengan batasan usia maksimal kelahiran 1 Januari 1993, yang dibuktikan dengan akta kelahiran."
Kepala SMK 2 Mei Bandar Lampung Jumadi Suparman menambahkan kompetisi akan diawali dengan acara pembukaan. Pembukaan kompetisi yang juga sebagai upaya pengenalan SMK 2 Mei kepada masyarakat akan dibuka Minggu (1-2), sekitar pukul 08.00, di lapangan SMK 2 Mei Bandar Lampung. n CR-3/O-2
Sumber berita: Lampost 30 Januari 2009
Ambisi Liverpool menyamai poin Manchester United tertahan Wigan Athletic. Hasil imbang 1-1 membuat posisi runner up klasemen menjadi milik Chelsea.
Dalam pertandingan di JJB Stadium, Kamis (29-1) dini hari WIB, The Reds unggul dahulu lewat Yossi Benayoun beberapa menit sebelum turun minum. Tiga angka untuk tim tamu tampaknya sudah di depan mata, tapi wasit kemudian menghadiahi penalti untuk Wigan yang sukses dieksekusi Mido.
Hasil ini membuat read more Liverpool harus rela kehilangan tempat di posisi kedua karena digeser Chelsea yang menang atas Middlesbrough. Dari 23 laga, Liverpool mengoleksi 48 poin, setara dengan Chelsea, tapi kalah selisih gol.
Liverpool langsung mencatat peluang pertama saat umpan Steven Gerrard diteruskan Fernando Torres dengan tandukan. Si kulit bundar nyaris masuk gawang, tapi dengan sigap dihalau pemain Wigan.
Empat menit sebelum jeda, akhirnya gol tercipta bagi Liverpool. Michael Pollit sempat mengadang, tapi sontekan Yoshi Benayoun dari sudut sempit tidak bisa lagi dia tahan.
Di babak kedua, Benayoun beraksi lagi. Setelah Gerrard terjatuh di tepi kotak penalti, bola dikuasai pemain Israel itu yang merangsek ke muka gawang Wigan. Tapi kali ini Pollitt menerjang dan mengamankan bola.
Sepuluh menit berselang, giliran Gerrard yang mendapat peluang dari bola lambung. Sayang, sepakan setengah volinya masih melebar.
Tidak kunjung menambah gol, malapetaka datang buat Si Merah. Delapan menit jelang bubaran, wasit menunjuk titik putih setelah Jason Koumas dijatuhkan Lucas di kotak terlarang. Dengan dingin Mido menuntaskan penalti.
Liverpool bahkan nyaris menelan kekalahan setelah pada menit injury time Pepe Reina tidak bisa menghalau tendangan bebas Hugo Rodallega. Beruntung, bola hanya menghantam mistar.
Hasil imbang itu membawa keberuntungan bagi Chelsea. Setelah digeser Aston Villa sehari sebelumnya, The Blues langsung menyodok ke posisi runner up klasemen sementara untuk menempel Manchester United usai menekuk Middlesbrough 2-0 lewat dua gol Salomon Kalou.
Dengan tambahan tiga poin dari pertandingan ke-23 ini, total nilai yang sudah dikumpulkan Chelsea adalah 48. Jumlah tersebut sama dengan Liverpool, tapi skuad besutan Luiz Felipe Scolari unggul dalam selisih gol.
Chelsea kini terpaut tiga poin dengan MU di puncak klasemen, tapi jarak tersebut bisa menjauh karena The Red Devils masih punya satu pertandingan tersisa. Sementara itu, buat The Boro, kekalahan ini makin membenamkan mereka di zona degradasi dengan jumlah poin 21.
Sementara itu, Arsenal lolos dari kekalahan setelah bermain imbang 1-1 dengan Everton. Robin van Persie menjadi penyelamat The Gunners setelah mencetak gol di akhir pertandingan.
The Gunners mendapatkan perlawanan ketat saat bertandang ke Goodison Park. Skuat besutan Arsene Wenger tertinggal lebih dahulu oleh gol Tim Cahill. Namun, Van Persie menyelamatkan Arsenal dari kekalahan lewat gol telatnya.
Hasil imbang tersebut membuat Arsenal tidak beranjak dari posisi kelima besar dengan mengantongi 42 poin. Sedangkan Everton terpaku di posisi keenam tertinggal lima poin dari Arsenal.
Pertandingan Everton melawan Arsenal berlangsung cukup ketat. Terbukti, hingga turun minum tidak ada satu gol pun tercipta.
Tuan rumah membuka keunggulan lebih dahulu melalui Tim Cahill pada menit ke-61. Pemain internasional Australia itu dengan jitu menyundul umpan Baines untuk menjebol gawang Tim Howard.
Arsene Wenger bisa bernapas lega setelah Van Persie menyamakan kedudukan memanfatkan bola muntah dan meneruskannya dengan tenda
WIGAN (Rtr/Dtc):
Sumber berita: Lampost 30 Januari 2009
Pemerintah memberi dukungan penuh atas rencana PSSI mencalonkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia (PD) 2018 atau 2022. Menurut Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Indonesia memang bisa.
"Ya, PSSI sudah mengonsolidasikan rencana ini pada kami," demikian Adhyaksa membenarkan rencana tersebut saat berbincang-bincang dengan detiksport, Kamis (29-1) pagi. "Ini kan bagus, harus kita dukung. Dan pemerintah mendukung sepenuhnya," sambung dia. read more
Adhyaksa menyadari rencana menghajat event terbesar di dunia itu, yang bahkan belum pernah bisa ditembus tim Indonesia lewat babak kualifikasi, akan melahirkan silang pendapat.
Namun, tuturnya, sudah saatnya Indonesia menjawab semua keraguan orang dan membuktikan negeri berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa ini bisa melakukan hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.
"Selama ini banyak yang kritik (kemampuan Indonesia). Bangsa ini selalu rendah diri, merasa tidak sanggup. Tapi saya katakan pada Anda, orang paling miskin adalah orang yang bermimpi saja tidak bisa," cetus Mennegpora.
Bahkan, Adhyaksa yakin salah satu syarat bagi tuan rumah Piala Dunia untuk menyediakan stadion yang berstandar sangat tinggi bisa dipenuhi.
"Harap dicatat, stadion bagus di Indonesia itu bukan cuma Gelora Bung Karno," ujarnya.
Dia menyebut beberapa stadion yang sesuai dengan standar internasional, yakni Gelora Sriwijaya di Jakabaring, Sumatera Selatan, dan Stadion Palaran, yang tahun lalu dipakai untuk PON XVII di Samarinda.
"Kita juga akan punya stadion bagus lain di Gede Bage (Bandung), Tenggarong (Kutai Kertanegara), dan Banten. Saya rasa kita bisa (menggelar Piala Dunia). Dan untuk menyempurnakannya kita masih punya banyak waktu," tukas Menteri.
Adhyaksa mencontohkan Piala Asia 2007 di Jakarta. Presiden AFC Mohamed bin Hammam dikatakan Adhyaksa akhirnya puas dengan GBK yang dalam waktu satu tahun bisa memenuhi standar yang ditetapkan badan sepak bola tertinggi di Asia itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia secara mengejutkan disebut FIFA sebagai satu dari enam negara yang telah mengekspresikan secara resmi minat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022, yang pemenangnya akan ditentukan pada Desember 2010.
PSSI selaku penggagas ide besar ini juga membenarkan rencana tersebut. Menurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Indonesia tak perlu takut melakukan sesuatu yang besar dalam keadaan saat ini, tapi juga bukan berarti nekat. n
JAKARTA (Dtc/Lampost):
Sumber berita: Lampost 30 Januari 2009
Rabu, 28 Januari 2009
OLAHRAGA
Mundurnya pelaksanaan Piala Mendagri tidak berpengaruh buruk bagi mental atlet. Berdasarkan agenda Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Indonesia (PB FORKI), event nasional itu akan digelar di Bandar Lampung, Mei mendatang.
"Kalau dari agenda PB FORKI pelaksanaan Piala mendagri pada bulan lima. Tapi rencana itu juga belum pasti, mengingat pada bulan empat dan tujuh ada pemilihan legislatif serta pilpres," demikian diungkapkan Ketua Pengprov FORKI Lampung Hannibal, Selasa (27-1). Dengan adanya pesta rakyat itu, seluruh kegiatan dengan massa yang besar harus dikurangi. Meskipun demikian, urai Hannibal, perubahan waktu kompetisi itu tidak berpengaruh buruk bagi atlet. Termasuk perubahan mental atlet yang dapat menurun akibat mundurnya waktu kompetisi.
Menurut Hannibal, hal itu justru makin mematangkan persiapan karateka Lampung untuk kompetisi besar itu. "Gak berpengaruh. Justru makin menambah waktu latihan dan persiapan. Sehingga atlet lebih mantap dengan persiapan jangka panjang seperti ini."
Mengenai lokasi pelaksanaan, Hannibal belum dapat memastikan. Sebab, meskipun kompetisi akan dilangsungkan di Bandar Lampung, secara teknis pelaksanaan masih dikendalikan PB FORKI, termasuk penentuan lokasi lomba.
"Ada dua pilihan, GOR Saburai atau GSG Unila. Tinggal nanti PB FORKI menentukan mana yang layak dan pas untuk pelaksanaan kompetisi tingkat nasional itu," terang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandar Lampung ini.
Masih menurut Hannibal, Dispora Kota Bandar Lampung juga akan turut mendukung kegiatan berskala nasional ini. Mengingat dengan terpilihnya Kota Tapis Berseri sebagai tuan rumah tentu akan meningkatkan citra kota ini. Terlebih lagi jika pelaksanaan kompetisi ini berjalan dengan sempurna.
Dispora Kota Bandar Lampung baru terbentuk 21 Januari lalu. Pembentukan instansi pecahan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata itu didasarkan pada Surat Keputusan Wali Kota Bandar Lampung nomor 821.21/01/25/2009. n CR-3/O-2
Sumber berita:BANDAR LAMPUNG (Lampost 28 Januari 2008):
Jumat, 23 Januari 2009
Kabar Gembira...tuk para guru
KESEJAHTERAAN: Pemprov Anggarkan Insentif Guru Honorer
Guru honorer di Lampung bisa sedikit bernapas lega. Sebab, mulai 2009 Pemprov Lampung menganggarkan insentif untuk 53 ribu guru honorer sebesar Rp2 juta/guru/tahun.
Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Lampung Sugeng Kristiyanto mengungkapkan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D dan Persaudaraan Guru Nusantara (Perguntara), di ruang Komisi D, Kamis (22-1). Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Provinsi Lampung, Indra Karyadi, Ketua Komisi D, Cherwani.
"Tahun ini kita menganggarkan dana sekitar Rp16 hingga Rp18 miliar untuk insentif guru non-PNS di Lampung," kata dia.
Namun, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan masih mencari cara terbaik mekanisme pemberian dana. Sehingga insentif tersebut diterima oleh mereka yang berhak tepat waktu dan tepat jumlah. "Kami masih mencari cara bagaimana menyampaikan insentif untuk guru honorer di daerah terpencil," kata dia.
Sementara itu, Achmad Nurcholis dari Perguntara mempertanyakan minimnya dana pendidikan yang diposkan di Dinas Pendidikan. Sehingga, total dana untuk Dinas Pendidikan tidak mencapai 20 persen dari total APBD tahun anggaran 2009.
Menjawab hal tersebut, Indra Karyadi mengatakan sampai kini belum ada peraturan pemerintah terkait penempatan dana pendidikan sebesar 20 persen apakah harus di Dinas Pendidikan atau bisa dipisah ke dinas lainnya. Oleh sebab itu, dalam pembahasan dengan pihak eksekutif kemudian disepakati dana pendidikan selain ditempatkan di Dinas Pendidikan juga disebar ke satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) lainnya.
Sugeng mengatakan total dana untuk pendidikan tahun 2009 berjumlah Rp312 miliar atau 20 persen dari total APBD Rp1,6 triliun. Dana tersebut digunakan untuk bantuan pendidikan Rp20 miliar, hibah pendidikan Rp16,9 miliar, bantuan tidak langsung Rp20,5 miliar, dan belanja langsung Rp162 miliar, serta dana pendidikan di SKPD di luar Dinas Pendidikan Rp93,147 miliar. n UNI/S-1
Sumber berita: BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Guru honorer di Lampung bisa sedikit bernapas lega. Sebab, mulai 2009 Pemprov Lampung menganggarkan insentif untuk 53 ribu guru honorer sebesar Rp2 juta/guru/tahun.
Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Lampung Sugeng Kristiyanto mengungkapkan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D dan Persaudaraan Guru Nusantara (Perguntara), di ruang Komisi D, Kamis (22-1). Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Provinsi Lampung, Indra Karyadi, Ketua Komisi D, Cherwani.
"Tahun ini kita menganggarkan dana sekitar Rp16 hingga Rp18 miliar untuk insentif guru non-PNS di Lampung," kata dia.
Namun, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan masih mencari cara terbaik mekanisme pemberian dana. Sehingga insentif tersebut diterima oleh mereka yang berhak tepat waktu dan tepat jumlah. "Kami masih mencari cara bagaimana menyampaikan insentif untuk guru honorer di daerah terpencil," kata dia.
Sementara itu, Achmad Nurcholis dari Perguntara mempertanyakan minimnya dana pendidikan yang diposkan di Dinas Pendidikan. Sehingga, total dana untuk Dinas Pendidikan tidak mencapai 20 persen dari total APBD tahun anggaran 2009.
Menjawab hal tersebut, Indra Karyadi mengatakan sampai kini belum ada peraturan pemerintah terkait penempatan dana pendidikan sebesar 20 persen apakah harus di Dinas Pendidikan atau bisa dipisah ke dinas lainnya. Oleh sebab itu, dalam pembahasan dengan pihak eksekutif kemudian disepakati dana pendidikan selain ditempatkan di Dinas Pendidikan juga disebar ke satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) lainnya.
Sugeng mengatakan total dana untuk pendidikan tahun 2009 berjumlah Rp312 miliar atau 20 persen dari total APBD Rp1,6 triliun. Dana tersebut digunakan untuk bantuan pendidikan Rp20 miliar, hibah pendidikan Rp16,9 miliar, bantuan tidak langsung Rp20,5 miliar, dan belanja langsung Rp162 miliar, serta dana pendidikan di SKPD di luar Dinas Pendidikan Rp93,147 miliar. n UNI/S-1
Sumber berita: BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Rabu, 21 Januari 2009
UN dan BIMBEL
PERSIAPAN UN: Sekolah Bimbingan Siswa Kelas IX
SMP di Bandar Lampung memberikan bimbingan kepada siswa kelas IX sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Hal ini berdasar pada hasil pemetaan sekolah masing-masing.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Bandar Lampung Haryanto yang juga Kepala SMPN 1 Bandar Lampung mengatakan untuk sementara bimbingan dilakukan di kelas masing-masing. "Untuk sementara kami belum mengelompokkan siswa sesuai dengan tingkat kemampuan untuk menghindari kecemburuan atau rasa minder siswa," kata dia di Bandar Lampung, Selasa (20-1).
Dia mengatakan berdasar pada hasil pemetaan sekolah, siswa dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok siswa yang sudah melampaui target batas minimal kelulusan (30 persen), siswa yang kemampuannya sesuai dengan batas minimal kelulusan (55 persen), dan siswa yang kemampuannya kurang dari batas minimal kelulusan (15 persen).
Menurut Haryanto, siswa yang kemampuannya masih kurang mendapatkan perhatian khusus guru pelajaran masing-masing sehingga kemampuan para siswa bisa meningkat dan mencapai batas minimal kelulusan 5,5.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Idrus Efendi meminta sekolah di Bandar Lampung membebaskan siswa tidak mampu dari segala pungutan terkait penambahan jam belajar. "Jangan sampai hanya karena tidak ada uang siswa tidak mampu tidak bisa mengikuti les," kata dia.
Sementara itu, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Lampung Selatan menargetkan 100% siswa lulus ujian nasional (UN) tahun 2009. Hal tersebut diputuskan dalam rapat MKKS yang dihadiri 32 kepala SMK negeri dan swasta se-Lampung Selatan, Senin (19-1) di SMK Swadipha, Natar, Lampung Selatan.
Ketua MKKS SMK Lampung Selatan yang juga Kepala SMK Negeri 2 Kalianda Hendro Suswantoro saat memimpin rapat mengatakan tingkat kelulusan siswa SMK tahun 2009 ini harus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. "Memang penyelenggaraan UN tahun 2009 ini lebih berat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, tiap sekolah harus mempersiapkan diri dan membekali murid-murid sesuai dengan kurikulum pengajaran yang ada," kata Hendro.
Menurut dia, beratnya mendongkrak tingkat kelulusan siswa dalam mengikuti UN tahun 2009 ini karena semua peraturan dan penilaian ditentukan secara nasional. "Siap atau tidak siap, kita harus siap." n UNI/KIS/N-2
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum di Dinas Pendidikan Lampung Selatan Basri Hasan dalam rapat itu mengatakan Dinas Pendidikan Lampung Selatan memberi bantuan Rp52 ribu tiap siswa yang mengikuti UN tahun 2009. Bantuan itu menurut dia terbagi untuk UN dan uji kompetensi. "Semula bantuan dianggarkan Rp65 ribu. Tetapi karena ada kesalahan persepsi, kemudian bantuan turun menjadi Rp52 ribu. Setelah dikurangi uji kompetensi, nilai bantuan UN untuk siswa SMK menjadi Rp40 ribu," kata Basri.
Sumber berita:BANDAR LAMPUNG (Lampost):
SMP di Bandar Lampung memberikan bimbingan kepada siswa kelas IX sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Hal ini berdasar pada hasil pemetaan sekolah masing-masing.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Bandar Lampung Haryanto yang juga Kepala SMPN 1 Bandar Lampung mengatakan untuk sementara bimbingan dilakukan di kelas masing-masing. "Untuk sementara kami belum mengelompokkan siswa sesuai dengan tingkat kemampuan untuk menghindari kecemburuan atau rasa minder siswa," kata dia di Bandar Lampung, Selasa (20-1).
Dia mengatakan berdasar pada hasil pemetaan sekolah, siswa dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok siswa yang sudah melampaui target batas minimal kelulusan (30 persen), siswa yang kemampuannya sesuai dengan batas minimal kelulusan (55 persen), dan siswa yang kemampuannya kurang dari batas minimal kelulusan (15 persen).
Menurut Haryanto, siswa yang kemampuannya masih kurang mendapatkan perhatian khusus guru pelajaran masing-masing sehingga kemampuan para siswa bisa meningkat dan mencapai batas minimal kelulusan 5,5.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Idrus Efendi meminta sekolah di Bandar Lampung membebaskan siswa tidak mampu dari segala pungutan terkait penambahan jam belajar. "Jangan sampai hanya karena tidak ada uang siswa tidak mampu tidak bisa mengikuti les," kata dia.
Sementara itu, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Lampung Selatan menargetkan 100% siswa lulus ujian nasional (UN) tahun 2009. Hal tersebut diputuskan dalam rapat MKKS yang dihadiri 32 kepala SMK negeri dan swasta se-Lampung Selatan, Senin (19-1) di SMK Swadipha, Natar, Lampung Selatan.
Ketua MKKS SMK Lampung Selatan yang juga Kepala SMK Negeri 2 Kalianda Hendro Suswantoro saat memimpin rapat mengatakan tingkat kelulusan siswa SMK tahun 2009 ini harus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. "Memang penyelenggaraan UN tahun 2009 ini lebih berat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, tiap sekolah harus mempersiapkan diri dan membekali murid-murid sesuai dengan kurikulum pengajaran yang ada," kata Hendro.
Menurut dia, beratnya mendongkrak tingkat kelulusan siswa dalam mengikuti UN tahun 2009 ini karena semua peraturan dan penilaian ditentukan secara nasional. "Siap atau tidak siap, kita harus siap." n UNI/KIS/N-2
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum di Dinas Pendidikan Lampung Selatan Basri Hasan dalam rapat itu mengatakan Dinas Pendidikan Lampung Selatan memberi bantuan Rp52 ribu tiap siswa yang mengikuti UN tahun 2009. Bantuan itu menurut dia terbagi untuk UN dan uji kompetensi. "Semula bantuan dianggarkan Rp65 ribu. Tetapi karena ada kesalahan persepsi, kemudian bantuan turun menjadi Rp52 ribu. Setelah dikurangi uji kompetensi, nilai bantuan UN untuk siswa SMK menjadi Rp40 ribu," kata Basri.
Sumber berita:BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Selasa, 20 Januari 2009
Standar UN bagi warga miskin dan bodoh
Kebijakan pemerintah menaikkan standar kelulusan dalam ujian nasional (UN) mengorbankan masyarakat miskin dan bodoh.
Standar kelulusan UN dinaikkan rata-rata minimal 5,25 menjadi 5,50 untuk semua pelajaran yang diujikan. Keputusan ini tertuang dalam Permendiknas No. 77/2008 (SMA/MA/SMK) dan No. 78/2008 (SMP/MTs.) tanggal 11 Desember 2008.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, keputusan ini pun menuai kontroversi. "Untuk sekolah bagus, nilai segitu (rata-rata 5,5) mudah. Tapi untuk sekolah pinggiran, nilai segitu susah," jelas pengamat pendidikan Darmaningtyas kepada detikcom, Senin (19-1).
Pemerintah, kata dia, demikian keukeuh terhadap kebijakan ini karena perbedaan paradigma. Pemerintah meyakini mutu pendidikan dapat diukur melalui ujian. Sementara mereka yang menolak menilai ujian hanya mengukur satu aspek, kognitif. Aspek afektif dan psikomotoriknya tidak.
Darmaningtyas justru mengkhawatirkan tingkat kebocoran dan kecurangan yang akan semakin tinggi bila standar kelulusan dinaikkan, yang ironisnya justru sering dilakukan oleh oknum tenaga pendidik. "Dari beberapa kali penyelenggaraan, semakin besar tingkat kebohongan untuk membantu siswa," urai pria kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta, ini.
Masalahnya, menurut dia, orang tidak ingin dikatakan gagal. Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru tidak mau dibilang gagal. "Ini masalah harga diri," pungkas penulis buku Pendidikan yang Memiskinkan itu.
Lebih Baik Stres
Menanggapi banyaknya kritik yang menganggap target nilai UN terlalu tinggi bisa menyebabkan murid stres, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan itu cara berpikir yang kurang maju.
Menurut dia, lebih baik seribu murid stres daripada sejuta murid bodoh. "Orang banyak mengatakan ini bikin stres. Saya bilang lebih baik ada seribu anak stres daripada sejuta anak bodoh. Karena dengan target nilai yang tinggi, kita yakin anak itu akan belajar dengan baik," ujar Wapres, beberapa waktu lalu.
Menurut JK, dengan menetapkan target yang tinggi, anak belajar sampai malam. "Istigasah kalau mau UN, pake menangis-menangis, itu bagus sekali. Artinya, ada rasa malu kalau tidak lulus. Karena itu ada dorongan untuk belajar. Semua kritikan harus kita jalani untuk bangsa ini," jelasnya.
Jusuf Kalla menuturkan murid harusnya diajarkan apa yang seharusnya dia tahu sehingga bisa lulus UN. "Kalau zaman dulu, yang menguji sekolah seenaknya saja. Mengujikan apa yang sudah diketahui oleh murid itu. Kalau tidak lulus, ditambah dan didongkrak nilainya sehingga semuanya lulus. Kalau semua lulus, anak jadi malas belajar," keluh JK. n N-2
Sumber berita: JAKARTA (Lampost/Dtc):
Sabtu, 17 Januari 2009
Setiap Tahun, 250.000 Pelajar Tak Lulus UN
SURABAYA, JUMAT —
Sejak mulai diselenggarakan pada 2004, rata-rata 250.000 peserta ujian nasional tidak lulus setiap tahunnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat pemerintah mempertahankan ujian nasional.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Baharuddin Tola mengatakan, 5 persen peserta UN mendapat nilai rata-rata sama dengan atau lebih kecil dari 5,00. Padahal, untuk lulus UN pelajar harus mendapatkan nilai rata-rata 5,00.
"Nilai rata-rata ini terus naik setiap tahun. Dengan menaikkan batas nilai, kualitas akan terpacu untuk naik," ujarnya dalam sosialisasi UN di Surabaya, Jumat (16/1).
Setiap tahun, UN SMP hingga SMA dan sekolah sederajat diikuti paling sedikit 5 juta pelajar. Dengan demikian, 5 persen dari 5 juta atau 250.000 pelajar tidak lulus UN karena nilainya lebih kecil atau sama dengan 5,00.
"Kondisi pendidikan dan kualitas pelajar memang heterogen," tuturnya. Namun, yang menggembirakan, mayoritas pelajar Indonesia mendapatkan nilai rata-rata 5,5 hingga 9,00.
Hal itu menunjukkan secara umum kualitas pendidikan dan pelajar di Indonesia sudah cukup baik. "Tetapi, ini baru diukur dari hasil UN. Pengukuran kualitas pendidikan butuh banyak variabel," tuturnya. (RAZ)
Sumber berita: Laporan Wartawan Kompas Kris R Mada
Selasa, 13 Januari 2009
Mana...Total 20% APBD tuk Pendidikan
Rasa kecewa, terbesit diwajah punggawa pendidikan Provinsi Lampung, mengapa?........ini terjadi karena minimnya anggaran pendidikan di Provinsi Lampung.
"Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan instruksi presiden, anggaran pendidikan seharusnya
," Namun kenyataannya dana pendidikan yang dianggarkan dalam APBD hanya
, Apa dan mengapa? yang sebenarnya ada dihati nurani mereka........., kita ingin bangsa Indonesia maju tapi disisi lain masih ada manusia-manusia yang kurang begitu peduli....ini perlu dipertanyakan rasa NASIONALISME dan beberapa waktu lagi akan ada pesta demokrasi, inilah kesempatan yang terbaik kita untuk memilih para pemimpin yang benar-benar peduli dengan anak bangsa demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia
"Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan instruksi presiden, anggaran pendidikan seharusnya

," Namun kenyataannya dana pendidikan yang dianggarkan dalam APBD hanya
, Apa dan mengapa? yang sebenarnya ada dihati nurani mereka........., kita ingin bangsa Indonesia maju tapi disisi lain masih ada manusia-manusia yang kurang begitu peduli....ini perlu dipertanyakan rasa NASIONALISME dan beberapa waktu lagi akan ada pesta demokrasi, inilah kesempatan yang terbaik kita untuk memilih para pemimpin yang benar-benar peduli dengan anak bangsa demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)