Sabtu, 29 November 2008

sertifikasi dan implikasinya......

PROFESI: Guru Tidak Profesional akan Diberi Sanksi

BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Guru yang tidak profesional dan menipu masyarakat akan dikenai sanksi sesuai dengan UU yang berlaku. Sebab, guru yang sudah menerima sertifikat profesional harus benar-benar mengajar dan mendidik secara profesional.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung Haryanto mengungkapkan hal itu di sela-sela puncak peringatan Hari Guru tingkat Bandar Lampung. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Jumat (28-11).

"Guru yang sudah menerima sertifikat profesi haruslah menjalankan profesinya secara profesional, jangan sampai membohongi masyarakat," kata Haryanto.

Sebab, menurut dia, guru adalah profesi yang memiliki kedudukan cukup penting. Guru sebagai agen pendidikan harus memberikan contoh yang terbaik kepada anak didik maupun masyarakat.

Oleh karena itu, setiap saat guru harus meningkatkan kompetensinya yang meliputi kompetensi pedagogik, pribadi, sosial, profesional.

"Jika guru sudah menguasai keempat kompetensi tersebut dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dia bisa disebut sebagai guru profesional," kata dia.

Puncak peringatan Hari Guru kemarin ditandai dengan apel besar di Gedung Serbaguna (GSG) Unila. Kegiatan ini dihadiri 4.000 guru, juga hadir Wali Kota Bandar Lampung Eddy Sutrisno dan jajaran Muspida. Tampak juga Kepala Dinas Pendidikan Idrus Efendi bersama jajarannya.

Wali Kota dalam sambutannya meminta agar guru mengajar dan mendidik anak bangsa sebaik mungkin. "Jangan menjiplak satuan pelajaran 10 tahun lalu karena itu sudah ketinggalan zaman," kata Eddy Sutrisno yang mengaku pernah menjadi guru.

Wali Kota juga mengajak guru untuk turut melestarikan lingkungan dengan menanam pohon di lingkungan masing-masing. Penanaman pohon dimaksudkan untuk melestarikan lingkungan dan menjaga persediaan air di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan itu juga diberikan secara simbolis insentif untuk 6.000 ribu. Pemberian insentif diwakilkan kepada 104 anggota Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) yang berasal dari 13 kecamatan di Bandar Lampung. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada guru dan kepala sekolah berprestasi, serta para pengurus PGRI yang sudah memasuki masa purnabakti. n UNI/K-1

MOTIVASI GURU untuk SISWA

Strategi Guru Memotivasi Siswa lewat Pertanyaan

By:A. Rochman, S.Pd. (Pengawas Sekolah/Madrasah Dinas Pendidikan Prov. Lampung)

HASIL supervisi kelas di beberapa sekolah menyimpulkan interaksi lisan (verbal interaction) dalam proses pembelajaran umumnya didominasi guru.

Bila kita merujuk Permen Diknas RI Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan menyatakan mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada standar proses, melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis.

Dengan pendekatan ini, secara umum guru dituntut dapat menggunakan teknik bertanya secermat mungkin agar mampu merangsang aktivitas siswa.

Penelitian dalam dunia pendidikan memberikan indikator bahwa pertanyaan guru berperan penting dalam pembelajaran. Disadari atau tidak, setiap guru yang mengajukan pertanyaan tentu bertujuan meningkatkan proses pembelajaran dan mengevaluasi pemahaman siswa.

Pertanyaan untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan tujuan-tujuan khusus, di antaranya memotivasi siswa, memberikan tantangan, membangkitkan interaksi sesama siswa, memusatkan perhatian siswa, membimbing siswa, mengulang/meninjau kembali materi pelajaran, menghubungkan keadaan sehari-hari dengan situasi belajar dan menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki siswa ke dalam situasi baru.

Sedangkan pertanyaan untuk mengevaluasi pemahaman siswa dengan tujuan-tujuan khusus, di antaranya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengevaluasi, mendiagnosis siswa, dan mengundang siswa untuk bertanya.

Dari beberapa tujuan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, sudah selayaknya guru wajib merancang kalimat-kalimat pertanyaan serta mengembangkannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampunya.

Satu hal yang tidak kalah penting dalam mengajukan pertanyaan adalah guru harus berusaha melibatkan semua siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan disarankan agar pertanyaan guru selalu diajukan kepada seluruh kelas bukannya pada perseorangan.

Setelah pertanyaan diajukan, kemudian diam sejenak (waktu tunggu 5 detik) selanjutnya guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjawabnya. Teknik ini bertujuan menjaga semua siswa selalu on task.

Guru juga dapat menyebut langsung nama seorang siswa sebelum mengajukan pertanyaan bila ada maksud tertentu, misalnya, memperingatkan siswa yang kurang perhatian dan keluar dari jalur diskusi.

Hindarkan "pertanyaan tertutup" yang merangsang siswa-siswa menjawab dengan serempak. Jawaban serempak dapat menurunkan kadar disiplin atau sopan santun kelas. Hindarkan timbulnya "target student", yaitu beberapa siswa yang mendominasi diskusi kelas.

Para guru cenderung menganggap kelas mendapat keuntungan dari "target student", padahal mereka merupakan sumber informasi bagi siswa-siswi lain yang pasif.

Menanggapi Jawaban Siswa

Tidak kalah pentingnya teknik seorang guru menanggapi jawaban siswa. Ada empat kemungkinan jawaban siswa, yaitu benar, salah total, sebagian benar dan tidak ada jawaban sama sekali. Untuk jawaban benar, guru dapat menanggapi dengan pujian, misalnya "bagus, itu jawaban tepat", dsb.

Atau dengan bahasa isyarat misalnya dengan anggukan, tepukan punggung, kedipan mata, dsb. Tanggapan guru terhadap jawaban benar mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai umpan balik kepada siswa bahwa jawabannya benar (penguatan/reinforcement) dan memperlihatkan kebolehan siswa sehingga mendorong keterlibatan siswa lebih lanjut.

Apabila jawaban tidak benar sebaiknya ditanggapi secara diplomatis dengan mengarahkan kembali jalan pikiran siswa untuk mencari jawaban yang benar. Sebagai contoh "Itu pemikiran bagus Dani, tetapi bukan itu yang ibu maksud" atau "Pertanyaan ibu mungkin membingungkan, sekarang saya tanyakan lagi seperti ini". Hati-hati dalam memberikan tanggapan negatif, jangan sampai berakibat "komunikasi buntu" antara guru dan siswa.

Untuk sebagian siswa yang agak lamban akan sangat membantu bila Anda mengatakan, "Nanti ibu akan kembali bertanya padamu". Hal ini akan memberi mereka waktu untuk memikirkan jawaban yang benar dan menyelamatkannya dari rasa malu terhadap kawan-kawannya.

Terkadang jawaban seorang siswa tidak relevan, ini mungkin karena ia tidak memperhatikan atau mungkin malah tidak memahami pelajaran Anda. Guru hendaknya menunjuk siswa lain untuk menjawab dengan sedikit humor. "Oh itu jawaban yang luar biasa, sayang bukan untuk pelajaran ini, mungkin ibu kurang jelas mengatakannya, coba ibu ulangi lagi pertanyaannya dengan kalimat yang sedikit berbeda."

Tanggapan yang menyinggung perasaan serta merendahkan siswa harus dihindari, misalnya, kata-kata kasar. Umumnya siswa tidak dapat menerima, kecuali merasa terluka dan disakiti. Hukuman atau teguran, seperti "tulis jawaban benar seratus kali". Anggapan negatif terhadap suatu mata pelajaran dapat merusak minat siswa pada mata pelajaran tersebut. Serangan pribadi, misalnya, bodoh benar kamu ini. Hal ini dapat mengakibatkan siswa cenderung untuk berfungsi seperti yang disetel gurunya.

Tanpa tanggapan sama sekali. Bila guru tidak menanggapi jawaban siswa, bukan saja tidak sopan, melainkan hal ini memberikan konotasi negatif. Di samping itu, siswa yang bersangkutan merasa andilnya dalam diskusi tidak berharga.

Nah, apabila sebagian jawaban siswa benar, guru dianjurkan menangani jawaban siswa yang tidak lengkap dengan satu cara berikut; benarkan dan beri pujian untuk bagian yang benar, misalnya, "Saya setuju dengan bagian pertama jawabanmu, tetapi....". Tanggapan guru seperti ini memberi siswa perasaan positif dan andilnya dalam diskusi diperhitungkan.

Coba mendapatkan bagian yang salah dari jawaban siswa, misal, "Sri, jawabanmu hampir benar, bagus sekali, mungkin kamu dapat memperbaiki sedikit bagian kedua jawabanmu, sehingga seratus persen benar."

Sedangkan, bagi siswa yang tidak menjawab sama sekali, guru dianjurkan mengambil sikap sebagai berikut. Ganti kalimat pertanyaan guru dalam bentuk yang lebih sederhana atau uraikan pertanyaan anda menjadi beberapa pertanyaan. Bila kedua pilihan tersebut tidak berhasil, Anda sebaiknya memberi inspirasi dengan cerita atau menyuruh siswa membuka buku/LKS sebelumnya, kemudian kembali lagi pada pelajaran semula.

Rabu, 26 November 2008

Guru Honorer.........

5.000-an Guru Honorer Tuntut Kesejahteraan

MENGGALA (Lampost):
Sebanyak 5.000-an guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) se-Tulangbawang mendatangi Sekretariat Pemkab setempat, kemarin (25-11). Mereka menuntut Pemkab peduli dengan kesejahteraan mereka.

Mereka menuding selama ini Pemkab Tulangbawang tidak memedulikan jasa mereka sehingga merasa dianaktirikan. "Kami sama-sama guru, mengapa dibedakan dari guru yang PNS," ujar Ikar Sukardi.

Para guru honorer datang ke Pemkab pukul 10.00 dan berorasi di halaman Sekretariat Pemkab.

Tidak lama berselang, 10 perwakilan guru honorer terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA/SMK menemui Bupati Abdurrachman Sarbini. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Bupati dan dihadiri Asisten I Kirnali M. Yus, Kepala BKD Kipli Hadi, Kepala Dinas Pendidikan Sigit Trenggono, dan Kabag Hukum Pahada Hidayat.

Dalam pertemuan itu, juru bicara guru honorer mengatakan beberapa tuntutan. Pertama meminta kesejahteraan mereka ditingkatkan dari dana APBD seperti yang diamanatkan undang-undang sebesar 20% dari total anggaran daerah.

Guru honorer juga meminta Pemkab menganggarkan dana insentif Rp100 ribu/bulan. "Jadi, jika jumlah PGHM adalah 5.300 orang, dana yang diperlukan untuk insentif PGHM Rp530 juta. Masih jauh dari 20% anggaran pendidikan dari total dana APBD Tulangbawang yang mencapai Rp600 miliar," ujar Ikar Sukardi.

Tuntutan kedua, perlindungan hukum bagi PGHM karena selama ini dalam melakukan tugas-tugasnya PGHM belum memperoleh perlindungan hukum dari pemerintah.

Ketiga, keterbukaan mengenai tes calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) khususnya di Kabupaten Tulangbawang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Tulangbawang mengatakan PGHM tidak bisa masuk data base karena gajinya tidak melalui dana APBD/APBN.

Sebab itu, ia menganjurkan PGHM mengusulkan melalui DPD (Dewan Perwakilan Daerah) dan pemerintah pusat (Mennegpan) agar dapat diangkat menjadi PNS. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menawarkan untuk memberangkatkan umrah tiga anggota PGHM.

Secara terpisah, Kadis Infokom Suharyo menambahkan Panitia Anggaran legislatif dan eksekutif langsung mengadakan rapat di Gedung DPRD setempat guna membahas masalah kesejahteraan guru honorer tersebut. "Tentang isi pembahasan belum bisa kami sampaikan. Begitu juga besar anggarannya," ujar kadis.n UAN/D-2

Selasa, 25 November 2008

Peringatan Hari Guru Nasional di Telukbetung Selatan

Kecamatan Teluk Betung Selatan memperingati hari Guru Nasional yang dipusatkan di SMPN 3 Bandar Lampung dan diikuti oleh seluruh siswa SMPN 3 Bandar Lampung ditambah oleh 1 pleton siswa SD dan SMA serta perwakilan dari sekolah yang berada di Kec.Telukbetung Selatan, Dinas Pendidikan kecamatan, Kelurahan, Polsek dengan Inspektur Upacara Camat Telukbetung Selatan.
Upacara dimulai pukul 07.30 s.d 08.30 WIB berlangsung khidmat.


Senin, 24 November 2008

Bea siswa ke Jepang untuk guru

Jepang Tawarkan Beasiswa Guru

MEDAN--
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi atau Monbukagakusho menawarkan beasiswa untuk belajar di Jepang kepada para guru di Indonesia.

Konsul muda Jepang di Medan, Namba Seiko, di Medan, Minggu (23-11), mengatakan beasiswa tersebut memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperdalam suatu bidang studi nongelar di Jepang selama satu setengah tahun untuk tahun akademik 2009, termasuk juga di dalamnya belajar bahasa Jepang selama enam bulan.

Program ini dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Bagi guru yang berminat harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya berusia di bawah 35 tahun pada 1 April 2009, lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SMP atau SMA.

Syarat lain adalah minimal memiliki pengalaman mengajar selama lima tahun di suatu lembaga pendidikan formal dengan melampirkan surat keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa tersebut.

Sedangkan dokumen lamaran dapat diperoleh di Kedubes Jepang dan Konjen Jepang di Surabaya, Denpasar, dan Medan. "Lamaran harus diserahkan secara langsung oleh pelamar paling lambat sebelum 30 Januari 2009," kata dia. n S-1

Selasa, 18 November 2008

Tenaga Pengajar harus S-1

Guru Berpendidikan S-1 Baru 30%

BANDAR LAMPUNG (Lampost):

Hingga November 2008, dari 107 ribu guru di Lampung, baru 30 ribu guru yang berpendidikan sarjana atau strata satu (S-1). Sisanya, 76.686 guru berijazah diploma tiga (D-3), D-2, D-1, dan 314 orang berpendidikan S-2.

Masih minimnya guru yang mengenyam pendidikan S-1, salah satunya karena mereka tak memiliki dana cukup untuk melanjutkan pendidikan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung Dra. Hj. Djuariyati Azhari, M.Pd., di Bandar Lampung, kemarin (17-11). Padahal, lanjut dia, dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa kualifikasi guru minimal berpendidikan sarjana. "Karena itu, mau tidak mau guru harus berpendidikan sarjana. Apalagi, kualifikasi tersebut merupakan salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi guru," jelas dia.

Untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru, ia mengakui pemerintah sangat serius menangani tenaga pengajar tersebut. Karena kompetensi ini sangat berpengaruh pada peserta didik. Untuk itu, tahun 2009, LPMP mengajukan block grant kepada Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Depdiknas untuk peningkatan kualifikasi S-1 bagi 7.000 guru. Dengan penambahan kualifikasi tersebut, diharapkan tenaga pendidik di Sang Bumi Ruwa Jurai makin profesional dan memiliki kompetensi tinggi sehingga mampu meningkatkan pendidikan di Tanah Air.

Ia mengakui untuk meningkatkan kompetensi guru, pemerintah pusat tak memiliki dana cukup. Karena, dari 1,4 juta guru SD yang ada di seluruh Indonesia, baru sepuluh persen atau sekitar 140 ribu guru yang berijasah S-1. Sisanya 950 ribu belum menyelesaikan jenjang D-2. "Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota juga harus memikirkan untuk meningkatkan kompetensi tersebut. Jangan semua diserahkan kepada Pemerintah Pusat," ujar dia.

Sementara itu, tahun ini LPMP Provinsi Lampung menerima block grant dari Ditjen PMPTK Depdiknas Rp15 miliar. Dana tersebut untuk menyertifikasi 8.075 guru se-Lampung. Dana tersebut untuk membiayai uji sertifikasi, mulai dari sertifikasi, penilaian portofolio, penilai, pelatihan, diklat pendidikan, dan latihan profesi guru (PLPG) dan sebagainya. Dan dana tersebut diserahkan kepada Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Lampung sebagai penanggung jawab sertifikasi guru di Lampung. n AST/K-2

Minyak Jahe Bisa Atasi Kaki Gajah

Kaki, lengan tangan, dan bagian tubuh lain penderita membengkak seperti kaki gajah. Karena itu penyakit tersebut dinamakan kaki gajah alias filariasis.

Pasien mengidap penyakit ini akibat gigitan nyamuk yang mengandung larva cacing Brugia malayi stadium III. Nyamuk mendapat cacing filarial kecil saat mengisap darah penderita. Jadi, peran nyamuk seperti Anopheles nigerrimus dan Mansonia uniformis hanya sebagai perantara.

Dampaknya, pasien demam berulang-ulang selama 3--5 hari. Selain itu kelenjar getah bening, daerah lipatan paha, ketiak memerah, panas, sakit, dan membengkak. Jika kronis, pembesaran pada berbagai anggota tubuh itu bersifat elephantiasis alias menetap. Penyakit kaki gajah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pada 2000 misalnya, tercatat 6.233 penderita kasus kronis.

Ini kabar gembira bagi penderita penyakit itu. Dra. Budi Mulyaningsih Apt., periset Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, membuktikan minyak asiri jahe tokcer mengatasi penyakit itu.

Ia memberikan minyak jahe kepada 30 penderita kaki gajah. Mereka mengkonsumsi sesendok minyak jahe setiap hari selama 28 hari. Hasilnya, minyak asiri itu menurunkan populasi 85% cacing. Penderita itu tak merasakan efek samping berupa demam, nyeri sendi, anoreksia, dan pusing. Padahal, konsumsi detilkarbamasin--obat khusus filariasis--disertai efek samping seperti itu. n TRUBUS/R-2

Sabtu, 08 November 2008

DATA BASE WAJIB BAGI GURU

Guru Wajib Miliki 'Data Base' Siswa

BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Setiap guru wajib memiliki data base siswa. Data base itu memudahkan guru memperlakukan siswa sesuai dengan kondisi dan potensi siswa.

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Sertifikasi Guru Bujang Rahman dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Wisma Dahlia, Kamis (6-11). PLPG tahap I ini diselenggarakan selama 8 hari, 5--13 November.

Bujang mengatakan kunci keberhasilan guru adalah mengenal peserta didiknya. Sehingga, guru bisa memperlakukan siswa sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing siswa.

Guru harus mengetahui kondisi keluarga siswa, misalnya pekerjaan orang tua, jumah saudara, anak ke berapa, jarak rumah ke sekolah, dan sebagainya.

"Bisa saja anak itu sebenarnya tidak bodoh, tetapi tidak punya kesempatan untuk belajar. Mungkin karena bekerja atau akibat konflik kedua orang tuanya. Semua ini sangat berpengaruh terhadap kondisi mental anak," kata Bujang. Guru tidak bisa menyamakan siswa yang berasal dari keluarga guru dengan keluarga pemulung atau tukang becak. Setiap siswa harus diperlakukan berbeda sesuai dengan potensinya.

Sehingga, ketika ada siswa yang mendapatkan nilai rendah, setelah diperlakukan remedial berkali-kali tetap mendapat nilai rendah. Guru bisa menganalisis data base siswa dan melakukan penelitian tindakan kelas. Sehingga, guru tidak hanya mengajar dan sekadar memberi nilai, tetapi juga mempunyai kemampuan menganalisis masalah. Mencari solusi terhadap masalah yang ada.

"Kemampuan diagnostik inilah yang masih rendah di kalangan para guru. Siswa dapat nilai rendah, dimarahi, bahkan dibiarkan saja. Guru tidak pernah menganalisis apa yang kurang dari diri saya sehingga siswa saya tidak mengerti dengan pelajaran yang saya berikan," kata Bujang.

Kecakapan diagnostik dan kompetensi yang aplikatif merupakan salah satu dari sepuluh ciri-ciri guru yang profesional. Beberapa ciri lainya adalah memiliki kealian khusus, merupakan panggilan hidup, punya teori yang baku, mengabdiakan diri untuk masyarakat, mempunyai kode etik, mempunyai siswa, mempunyai organisasi profesi, dan mempunyai hubungan dengan profesi lain.

Wakil Ketua Rayon IV Sertifikasi Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., mengatakan tahun ini ada 79 peserta sertifikasi yang didiskualifikasi. Peserta diindikasi melakukan pemalsuan dokumen portofolio. Sehingga, dari 7.224 berkas peserta yang masuk ke panitia, 7.145 yang diproses, sebanyak 1.942 dinyatakan lulus, dan 5.203 harus mengikuti PLPG.

Jumat, 07 November 2008

Jadwal Ujian Nasional

Berdasarkan informasi BSNP 16/10/2008 |

Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut :

- SMA/MA (20 -- 24 April 2009)
- SMP/Mts (27 -- 30 April 2009)
- SD/MI (18 -- 20 Mei 2009)
- SMK/SMALB (20 -- 22 April 2009)

Dana BOS................Mutu Pendidikan?

Sekolah Gratis Turunkan Mutu Pendidikan
BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Kenaikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SD dan SMP 50% dinilai belum mencukupi biaya operasional minimal per siswa per tahun. Seandainya dengan kenaikan itu sekolah negeri diwajibkan gratis, dikhawatirkan berdampak pada penurunan mutu pembelajaran.

Kepala SMPN 1 Bandar Lampung Haryanto menyambut baik kenaikan 50% dana BOS. Tapi, apabila sekolah dipaksakan gratis dengan kenaikan itu, dikhawatirkan berdampak pada penurunan mutu pembelajaran.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan dana BOS siswa SD naik menjadi Rp397 ribu/siswa/tahun untuk sekolah kabupaten dan Rp400 ribu/siswa/tahun untuk sekolah di perkotaan. Sebelumnya, anggaran dana BOS SD Rp254 ribu/siswa/tahun.

Sedangkan dana BOS SMP naik menjadi Rp575 ribu/siswa/tahun untuk sekolah perkotaan dan Rp570 ribu/siswa/tahun untuk sekolah di kabupaten. Besar anggaran sebelumnya Rp354 ribu/siswa/tahun.

Dengan kenaikan dan BOS itu, SD dan SMP negeri wajib gratis.

Menurut Haryato, berdasar pada standar pelayanan minimal, biaya operasional per siswa Rp1,2 juta setiap tahun. Apabila tidak diimbangi bantuan pemerintah daerah, kenaikan dana BOS belum bisa menutupi biaya operasional sekolah.

"Sekolah berterima kasih kepada pemerintah atas kenaikan dana BOS ini, tetapi kalau sekolah negeri diwajibkan gratis, pihak sekolah terpaksa menggunakan dana seadanya. Hal itu dikhawatirkan berdampak pada mutu pembelajaran," kata Haryanto, Kamis (6-11), di Bandar Lampung.

Tahun lalu, dengan dana BOS Rp354 ribu/siswa/tahun, sumbangan orang tua siswa di SMPN Bandar Lampung berkisar Rp500 ribu--Rp900 ribu/siswa. Besarnya sumbangan itu sudah dimusyawarahkan dengan orang tua melalui rapat komite sekolah. Kenaikan dana BOS ini diharapkan berdampak kepada peningkatakan mutu pembelajaran.

"Kalau untuk mengurangi sumbangan masyarakat kayaknya tidak bisa karena sudah ada kesepakatan antara pihak sekolah den orang tua siswa," kata dia.

Kepala SDN 2 Rawa Laut Nusyirwan mengatakan ada tiga tipe SD, yaitu tipe A dengan program rintisan berstandar internasional, tipe B dengan program rintisan sekolah standar nasional, dan tipe C program reguler.

"Kenaikan dana BOS ini cukup untuk sekolah tipe C dan bisa digratiskan. Tapi, sekolah tipe A dan B membutuhkan dana yang lebih besar," kata Nusyirwan. Idealnya, SD dengan program RSBI dan SSN membutuhkan dana Rp1,2 juta/siswa/tahun.

Selain kenaikan dana BOS, dana bantuan opersional manajemen mutu (BOMM) untuk siswa SMA dan SMK juga naik, yaitu Rp90 ribu/siswa/tahun untuk siswa SMA, dan Rp120 ribu/siswa/tahun untuk siswa SMK. Sebelumnya besaran dana BOMM Rp75 ribu/siswa/tahun.

Kepala SMKN 5 Bandar Lampung, Komar Ranudipura, mengatakan sangat bersyukur dengan kenaikan dana itu. "Alhamdulillah, degan kenaikan dana ini, sumbangan masyarakat bisa lebih ringan," kata Komar. Menurut dia, kalau ditotal, dana bantuan untuk siswa SMK baik dari APBN dan APBD Rp450 ribu/siswa/tahun.

Kekurangan dana ditutupi sumbangan orang tua siswa. Menurut dia, standar minimalnya biaya siswa SMK berkisar Rp2,225 juta/tahun untuk jurusan ekonomi manajemen dan Rp4,75 juta/tahun untuk jurusan teknologi dan pariwisata. n RIN/S-1

Senin, 03 November 2008

Yang Lulus Sertifikasi Provinsi Lampung 2008

Selamat kami ucapkan kepada kawan-kawan yang telah lulus sertifikasi Provinsi Lampung tahun 2008, kepada yang belum lulus masih ada kesempatan di MPLPG. Daftar nama yang telah lulus dapat mengunduhnya disini.

berikut jadwal MPLPG

Bersama ini kami sampaikan kepada Peserta Sertifikasi Guru Kuota Tahun 2008 yang mengikuti Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Kouta 2008 yang tidak lulus, mengikuti kegiatan Diklat (PLPG) mulai tanggal 5 November - 30 Desember 2008 secara bertahap .

Angkatan I : 5 – 14 November 2008

Angkatan II : 16 – 24 November 2008

Angkatan III : 27 November – 5 Desember 2008

Angkatan IV : 10 – 18 Desember 2008

Angkatan V : 21 – 30 Desember 2008

download sertifikasi prov.lampung.xls