Pendidik di SMA Kolese Loyola Semarang, penulis buku paket, dan penulis lepas di berbagai media massa. Kini sedang studi Instructional Leadership di Loyola University Chicago, Amerika Serikat.
MENJADI kepala sekolah itu tidak gampang. Itulah yang spontan terbesit di pikiran saat banyak kalangan mengeluh dengan kepala sekolah masing-masing. Dan pada kenyataannya memang tidak gampang memimpin sekolah dengan segala problematiknya. Sekolah merupakan kumpulan orang-orang hebat dengan pikiran, perasaan, dan tindakan yang beraneka ragam. Celakanya, kepala sekolah juga menjadi bagian keanekaragaman itu.
Penelitian dilakukan oleh Saefudin (2005) tentang kepemimpinan kepala sekolah merekomendasikan bahwa kepala sekolah harus mempunyai visi dan misi yang jelas dan realistis. Dia menambahkan juga bahwa kepemimpinan situasional sebaiknya disosialisasikan dan dibudayakan. Hal itu penting erat kaitanya dengan mutu pendidikan, di sekolah khususnya. Dan ini menjadi bukti bahwa begitu sulitnya menjadi kepala sekolah yang baik.
Berangkat dari penelitian itu, menarik untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang bagaimana kepala sekolah disiapkan. Kebanyakan yang ada kini adalah bagaimana kepala sekolah dipilih dan selanjutnya bagaimana menyiapkan kepala sekolah terpilih menjadi kepala sekolah yang benar-benar pilihan.
Ada dua paradigma yang berbeda dan erat kaitannya dengan konsep dan waktu, yakni antara kepala sekolah dipilih dan kepala sekolah pilihan. Perbedaan ini sangat sarat dengan perbedaan kualitas di dalamnya.
Ketika sekolah, terlebih sekolah swasta, harus memilih atau menunjuk seseorang menjadi kepala sekolah, ada banyak alasan untuk menentukan siapa yang pantas menjadi kepala sekolah dan mengapa pantas? Perlu digarisbawahi bahwa kepala sekolah yang dipilih memiliki alasan persepsi pantas, bukan layak.
Jelas sekali perbedaan makna kedua kata tersebut. Setidaknya ada beberapa alasan yang mendasari kepantasan itu. Dan sialnya, hal itu justru menjadi bumerang bagi sekolah itu sendiri.
Pertama, karisma menjadi alasan seseorang dipilih menjadi kepala sekolah. Orang yang tampak berwibawa, bijaksana, dan sopan tutur katanya. Memang ini adalah seolah-olah malaikat yang hidup di sekolah. Ironisnya, karakter ini hanya bertahan pada tataran fisik dan figur ideal. Yang akhirnya banyak jatuh dalam rutinitas dan kestabilan belaka. Progresivitas dan perubahan visioner sekolah yang dipimpin bukan menjadi semangatnya. Segala aktivitas rutin sekolah berjalan dengan baik sudahlah lebih dari cukup.
Kedua, kadangkala prestasi seorang guru memiliki pengaruh kuat untuk menuju kursi kepala sekolah. Sudah banyak kepala sekolah yang ada bertolak dari kariernya menjadi guru teladan atau guru berprestasi. Ada harapan besar, menciptakan sekolah berprestasi dari kepala sekolah yang guru berprestasi.
Kenyataannya tidak semudah atau sejelas rumus matematika. Yang terjadi, prestasi untuk diri sendiri dan belum tentu mampu berprestasi untuk sekolah. Bahkan yang terjadi justru terjebak pada obsesi diri dengan mengatasnamakan sekolah. Akibatnya, meresahkan elemen sekolah dan parahnya pemaksaan ambisi dengan target-target tinggi dan tidak realistis.
Ketiga, pengaruh besar seseorang pun menjadi bahan pertimbangan dalam penunjukan itu. Hal ini erat kaitannya dengan kekuasaan atau kemampuan seseorang menggerakkan para guru. Dengan harapan besar bahwa orang seperti ini akan memperjuangkan hak dan kewajiban para guru pada pihak yang lebih tinggi.
Harapan tinggal harapan saja karena pada akhirnya kekuasaan itu justru akan membelenggu sistem sekolah dengan segala kebijakannya pada tataran praktis. Dengan bahasa sekarang, justru menjadi pemimpin yang otoriter bahkan diktator.
Keempat, usia pun menjadi pertimbangan dengan memilih guru tua atau agak tua, baik umur maupun masa kerjanya. Mengapa demikian? Ada persepsi bahwa usia identik dengan banyak makan garam alias banyak pengalaman.
Imbasnya adalah kemungkinan kejenuhan dalam pendidikan sangat besar. Terlalu banyak makan garam sehingga menyebabkan sulit merasakan aroma rasa yang lain, seperti manis dan pahitnya berkembang dan maju dalam perubahan.
Kelima, ada impian dari para guru untuk memiliki kepala sekolah yang ramah, kooperatif, murah senyum, dekat dengan guru dan karyawan, dan tidak kaku. Ini adalah karakter yang unggul dalam komunikasi dan sosialisasi. Tidak jarang terjadi bahwa sosok seperti ini hanya menjadi alasan kolega untuk memiliki pemimpin yang bisa disetir segala kebijakannya. Selain itu, ini sebagai usaha menjaga kenyamanan dan kemapanan sekolah (baca: kelompok tertentu) belaka.
Kepala Sekolah Pilihan
Alasan-alasan itu banyak mewarnai pemilihan ataupun penunjukan kepala sekolah di lingkungan pendidikan kita. Bahkan masih ada kemungkinan lain dalam menentukan kepala sekolah. Orang yang sedang atau pernah menduduki jabatan wakil kepala sekolah bidang tertentu dinilai pantas menjadi kepala sekolah.
Sangat jelas bahwa alasannya adalah pengalaman yang dimiliki. Tentunya alasan itu masih terlalu dini untuk dijadikan dasar penilaian sesorang mampu menjadi kepala sekolah.
Yang menjadi pemikiran adalah mengapa kepala sekolah tidak disiapkan jauh hari? Maksud dari disiapkan disini bukanlah hanya sekadar pernah menjadi wakil kepala sekolah, melainkan juga ada proses pendidikan untuk mendasari dan mengembangkan aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif sebagai kepala sekolah. Hal itu dapat dilakukan dengan kesertaan dalam berbagai pelatihan tentang kepala sekolah atau bahkan studi lanjut tentang kepemimpinan sekolah yang secara khusus berfokus pada kepala sekolah.
Berbicara tentang pelatihan atau yang sejenisnya, kadangkala semuanya itu dilakukan dengan sangat memprihatinkan. Seorang teman pernah berseloroh bahwa pelatihan yang baik adalah pulang dari mengikuti pelatihan membawa banyak kertas atau makalah yang disajikan narasumber.
Tentunya itu adalah sebuah sindiran akan pelatihan-pelatihan yang ada selama ini untuk berbagai bidang. Orang datang, duduk, dengar, dan pulang bawa oleh-oleh makalah yang hanya akan ditumpuk di pojok ruangan kerja. Pelatihan hanya sebagai formalitas, bukan sebagai sebuah perjumpaan wacana dan fakta untuk diaktualisasikan.
Kesadaran pertama yang harus dibangun adalah seorang yang disiapkan untuk menjadi kepala sekolah benar-benar membutuhkan dan berkeinginan mengembangkan kemampuannya. Hadir dalam pelatihan atau studi bukan sekadar untuk mendapatkan makalah.
Di lain sisi, dunia pendidikan atau tepatnya universitas beserta lembaga pengembangannya mampu mendesain sebuah pelatihan atau program studi untuk kepemimpinan sekolah, khususnya untuk kepala sekolah, secara implikatif. Dibutuhkan sebuah desain pelatihan atau studi yang menginspirasikan peserta untuk pengembangan pendidikan.
Harapannya adalah bukan lagi membawa makalah narasumber setelah mengikuti pelatihan atau studi, melainkan justru membawa desain atau tulisan sendiri. Jika itu adalah hasil karya sendiri, tentunya ada kebanggaan dan kerinduan untuk melihatnya kembali bahkan terinspirasi untuk mengembangkannya secara lebih maju dan dalam.
Titik bidik dari pelatihan itu adalah menginspirasikan dan memberi dasar seseorang untuk menjadi kepala sekolah. Setidaknya ada tiga hal yang patut diolah dan dikembangkan untuk menjadi kepala sekolah. Pertama, peserta menyadari sungguh posisi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah yang erat kaitannya dengan visi, misi, dan tujuan penyelenggaraan pendidikan.
Hal ini menjadi spirit kepala sekolah dalam memimpin sekolah hingga mencapai school culture tertentu. Roh dari manajemen kepemimpinan sekolah menjadi kekuatan tersendiri untuk keberlangsungan sebuah sekolah.
Kedua, kesadaran akan kepala sekolah sebagai pemimpin program pendidikan. Berbicara tentang sekolah maka kita tidak bisa mengelak dari sistem pembelajaran yang baik dan benar. Bagaimana menciptakan sekolah sebagai tempat edukatif adalah tantangan dunia pendidikan. Segala sesuatu yang direncanakan, dilakukan, dan diperbarui adalah berfokus pada kebutuhan dan kepentingan anak didik.
Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum, desain pembelajaran, supervisi, evaluasi, dan segala hal yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan anak didik merupakan wajib disadari dan dikembangkan seorang kepala sekolah. Hal ini nantinya sangat besar pengaruhnya dalam pengolahan dan membangun komitmen dengan para guru dalam membangun sistem pembelajaran yang baik dan kontekstual.
Ketiga, kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Keberlangsungan sekolah sebagai lembaga tidak akan terlepas dari SDM, keuangan sekolah, sarana dan prasarana, litbang, serta stakeholders. Kepala sekolah bukanlah posisi warisan atau hanya sekadar meneruskan yang sudah berlangsung. Melainkan sebagai pengembang dan bahkan pelopor sesuatu yang baik.
Pada akhirnya, kepala sekolah pilihan dapat dipilih bukan hanya sekadar pungutan suara atau penunjukan belaka. Melainkan kepala sekolah pilihan dipilih karena ada proses persiapan terencana yang dilakukan.n
oleh: F.X. Aris Wahyu Prasetyo
Jalan Basuki Rahmat 23 Telp. (0721)-488843 Bandar Lampung
This blog consists of:
information, education, health, technology, sports, general articles etc.
information, education, health, technology, sports, general articles etc.
Sabtu, 25 Oktober 2008
Jumat, 24 Oktober 2008
Kreatif dengan movie maker
Membuat Film Dokumenter dengan Windows Movie Maker – Windows Vista Aplikasi
Windows DVD movie maker, dalam Windows Vista, berfungsi untuk membuat film
dokumenter dari video dan gambar yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya: Salah
satu kelebihan Windows Vista dalam urusan multimedia karena ada salah satu aplikasi
yang menyertakan Windows DVD movie maker. Aplikasi ini berfungsi untuk membuat
film dokumenter dari video dan gambar yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka program Windows Video Maker dan persiapkan foto/video yang akan dimuat.
Klik add item untuk memasukkan foto/video yang Anda miliki.
2. Setelah proses masukan gambar selesai, klik tombol next. Di layar akan tampil
ready to burn disc ke dalam format DVD. Sebelum menyetujuinya, periksa kembali
materi foto/video dengan mengklik preview. Lalu play untuk tampilan secara
keseluruhan.
3. Setelah itu, Anda dapat mendesain style dari video yang akan dibuat di sebelah
kanan program.
4. Perkaya tampilan dengan memberi keterangan. Klik tombol menu text. Atur jenis
dan ukuran huruf sesuai minat.
5. Pada menu yang sama, Anda bisa mengubah disc title, play button, scane button
dan nore button dengan cara mengetiknya pada masing-masing kotak.
6. Jika sudah merasa cukup, klik oke.
7. Cara yang hampir sama bisa dilakukan untuk mengubah background lewat browse
di sebelah kanan kotak teks foreground video. Pilihlah dengan mengklik ganda,
maka akan keluar tombol add.
8. Untuk menuangkan lagu guna menghidupkan tampilan gambar, manfaatkan fitur
menu audio. Tekan tombol browse yang terletak di sebelah kanan kotak teks dari
menu audio.
9. Pilih lagu yang diinginkan lalu klik add.
10. Tentukan ubahan slide show dengan mengklik tombol slide show di sebelah kanan
customize menu.
11. Pilih slide show setting kemudian change slide show.
12. Jika sudah selesai, klik burn untuk menyimpan hasil kreativitas anda..
Windows DVD movie maker, dalam Windows Vista, berfungsi untuk membuat film
dokumenter dari video dan gambar yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya: Salah
satu kelebihan Windows Vista dalam urusan multimedia karena ada salah satu aplikasi
yang menyertakan Windows DVD movie maker. Aplikasi ini berfungsi untuk membuat
film dokumenter dari video dan gambar yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka program Windows Video Maker dan persiapkan foto/video yang akan dimuat.
Klik add item untuk memasukkan foto/video yang Anda miliki.
2. Setelah proses masukan gambar selesai, klik tombol next. Di layar akan tampil
ready to burn disc ke dalam format DVD. Sebelum menyetujuinya, periksa kembali
materi foto/video dengan mengklik preview. Lalu play untuk tampilan secara
keseluruhan.
3. Setelah itu, Anda dapat mendesain style dari video yang akan dibuat di sebelah
kanan program.
4. Perkaya tampilan dengan memberi keterangan. Klik tombol menu text. Atur jenis
dan ukuran huruf sesuai minat.
5. Pada menu yang sama, Anda bisa mengubah disc title, play button, scane button
dan nore button dengan cara mengetiknya pada masing-masing kotak.
6. Jika sudah merasa cukup, klik oke.
7. Cara yang hampir sama bisa dilakukan untuk mengubah background lewat browse
di sebelah kanan kotak teks foreground video. Pilihlah dengan mengklik ganda,
maka akan keluar tombol add.
8. Untuk menuangkan lagu guna menghidupkan tampilan gambar, manfaatkan fitur
menu audio. Tekan tombol browse yang terletak di sebelah kanan kotak teks dari
menu audio.
9. Pilih lagu yang diinginkan lalu klik add.
10. Tentukan ubahan slide show dengan mengklik tombol slide show di sebelah kanan
customize menu.
11. Pilih slide show setting kemudian change slide show.
12. Jika sudah selesai, klik burn untuk menyimpan hasil kreativitas anda..
Kisi-kisi Soal TIK Semester Ganjil TP 2008/2009
MGMP TIK Kota Bandar Lampung mengadakan pertemuan pertama setelah hari raya Idul Fitri 1429 Hijriah Tanggal 23 Oktober 2008 dengan acara:
1. Halal Bil Halal
2. Sosialisasi Kisi-kisi soal TIK
kepada rekan-rekan yang dalam pertemuan tersebut tidak dapat hadir dapat mengunduh kisi-kisi soal dengan harapan mudah-mudahan dalam pertemuan yang akan datang tanggal 20 November 2008 dapat hadir.
1.Kisi-kisi Soal kelas-IX.doc
2.Kisi-kisi Soal kelas VIII.doc
3.Kisi-kisi Soal KELAS VII.doc
1. Halal Bil Halal
2. Sosialisasi Kisi-kisi soal TIK
kepada rekan-rekan yang dalam pertemuan tersebut tidak dapat hadir dapat mengunduh kisi-kisi soal dengan harapan mudah-mudahan dalam pertemuan yang akan datang tanggal 20 November 2008 dapat hadir.
1.Kisi-kisi Soal kelas-IX.doc
2.Kisi-kisi Soal kelas VIII.doc
3.Kisi-kisi Soal KELAS VII.doc
Sabtu, 18 Oktober 2008
Kiat Meng-'instal' Linux dengan USB
JAKARTA (Lampost):
Selain Windows, sistem operasi Linux juga bisa dijalankan dari sebuah USB (flash disk). Hanya dalam 5 menit, Anda dapat meng-instal Linux dari USB.
Anda bisa menggunakan tools bernama UNetbootin. Untuk bisa meng-instal Linux dari flash disk, Anda wajib memiliki flash disk berkapasitas minimal 1 GB.
Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.
Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 LTS, dengan USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya, seperti dikutip dari Softpedia.
1. Download UNetbootin, simpan pada desktop.
2. Klik kanan UNetbootin pada desktop, lalu pilih Properties.
3. Klik tab Permissions, beri tanda centang (v) pada kotak 'Allow executing file as
program', lalu klik tombol Close.
4. Tancapkan terlebih dulu USB ke port komputer. Ini sangat penting karena Anda
tidak akan bisa menggunakan USB jika menancapkannya setelah Anda membuka aplikasi
UNetbootin.
5. Selanjutnya, klik dua kali file exe UNetbootin yang sudah di-download tadi, lalu
ketikkan password hingga aplikasi UNetbootin terbuka.
6. Pilih distribusi dan versi Linux yang Anda inginkan, lalu pilih tipe instalasi
dan klik Ok untuk memulai instalasi.
Selesai! Reboot komputer Anda dan booting-lah dari USB. Kini Anda dapat menggunakan sistem operasi Linux portabel Anda. n E-2
Selain Windows, sistem operasi Linux juga bisa dijalankan dari sebuah USB (flash disk). Hanya dalam 5 menit, Anda dapat meng-instal Linux dari USB.
Anda bisa menggunakan tools bernama UNetbootin. Untuk bisa meng-instal Linux dari flash disk, Anda wajib memiliki flash disk berkapasitas minimal 1 GB.
Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.
Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 LTS, dengan USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya, seperti dikutip dari Softpedia.
1. Download UNetbootin, simpan pada desktop.
2. Klik kanan UNetbootin pada desktop, lalu pilih Properties.
3. Klik tab Permissions, beri tanda centang (v) pada kotak 'Allow executing file as
program', lalu klik tombol Close.
4. Tancapkan terlebih dulu USB ke port komputer. Ini sangat penting karena Anda
tidak akan bisa menggunakan USB jika menancapkannya setelah Anda membuka aplikasi
UNetbootin.
5. Selanjutnya, klik dua kali file exe UNetbootin yang sudah di-download tadi, lalu
ketikkan password hingga aplikasi UNetbootin terbuka.
6. Pilih distribusi dan versi Linux yang Anda inginkan, lalu pilih tipe instalasi
dan klik Ok untuk memulai instalasi.
Selesai! Reboot komputer Anda dan booting-lah dari USB. Kini Anda dapat menggunakan sistem operasi Linux portabel Anda. n E-2
Indonesia Pengakses Terbesar Opera Mini
JAKARTA (Lampost):
Indonesia masih menjadi salah satu dari tiga negara dengan jumlah pengguna Opera Mini terbesar yang digunakan untuk mengakses web secara utuh.
Sementara itu, portal-portal besar seperti google.com dan yahoo.com mendapatkan perhatian dan trafik yang signifikan pada mobile web. Bahkan masyarakat Indonesia juga gemar mengakses portal jejaring sosial, seperti friendster.com, untuk berinteraksi dengan sesama pengguna. Portal jejaring sosial memang merupakan portal yang lebih kecil, tapi portal ini terbukti menggerakkan pengunjung paling banyak.
Content dari Long Tail ini membuktikan bahwa penggunaan mobile web terus menyamai komputer tradisional. Dikarenakan kemampuan browser yang meningkat serta para pengguna yang sudah lebih terbiasa dengan pengalaman yang didapat pada mobile web. Opera sejak duhulu berpendapat bahwa akses web melalui mobile device akan meningkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa tren tersebut sedang berlangsung.
"Pada sebagian besar wilayah di dunia, masyarakat sedang mengunjungi sebuah portal web seutuhnya. Fakta dari Long Tail pada mobile web membuktikan masyarakat akan menjelajahi web dari ponsel mereka sebagaimana mereka mengakses web di rumah menggunakan PC. Di mana nilai dari Long Tail telah ditunjukkan secara berulang-ulang. Hal inilah yang juga menyebabkan mengapa web mengalahkan platform mobile yang lain dan misi kami akan one web menjadi nyata," ujar Jon con Tetzchner, CEO Opera Software, melalui keterangan resminya, Selasa (23-9).
Pada Agustus lalu, Opera Mini digunakan sekitar 17,3 juta pengguna. Dengan peningkatan 9,1 persen per bulan sejak Juli dan meningkat lebih dari 357 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Pengguna Opera Mini melihat lebih dari 4,1 miliar halaman pada Agustus. Masing-masing pengguna Opera Mini rata-rata melihat 242 halaman. Sejak Juli, halaman yang dilihat meningkat 11,7 persen. Sejak Agustus 2007 angka ini meningkat hingga 337 persen.
Bahkan, pada bulan yang sama, 17,3 juta pengguna Opera Mini menggunakan data sebesar 60,3 juta MB di seluruh dunia. Sejak Juli, data yang dikonsumsi meningkat 12,1 persen. Data pada Opera Mini dikompres sekira 90 persen. Di mana, pengguna Opera Mini telah mengakses data melampaui 603 juta MB pada Agustus.
Data pada laporan ini berdasarkan pada pengumpulan statistik dari Opera Mini server dan data statistik lainnya. Semua persentase berdasarkan pada rekaman dari 100 portal teratas di masing-masing wilayah. Tak hanya menyediakan rekaman tren penjelajahan halaman web di seluruh dunia. Kondisi mobile web Opera juga menyoroti tren penelusuran halaman web di 10 negara pengguna Opera Mini terbesar: Rusia, China, Indonesia, India, Amerika Serikat, United Kingdom, Jerman, Polandia, Afrika Selatan, dan Ukrania.
Opera Software ASA telah mengubah makna penjelahan web untuk PC, ponsel dan perangkat lain yang terhubung ke jaringan. Teknologi browser web lintas platform Opera terkenal akan kinerja, kepatuhan pada standar dan ukurannya yang kecil. Selain memberikan pengalaman online yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih dinamis kepada para pengguna.
Opera software berpusat di Oslo, Norwegia, dengan sejumlah kantor di seluruh dunia. Perusahaan ini terdaftar pada Oslo Stock Exchange dengan simbol saham Opera. n E-2
Indonesia masih menjadi salah satu dari tiga negara dengan jumlah pengguna Opera Mini terbesar yang digunakan untuk mengakses web secara utuh.
Sementara itu, portal-portal besar seperti google.com dan yahoo.com mendapatkan perhatian dan trafik yang signifikan pada mobile web. Bahkan masyarakat Indonesia juga gemar mengakses portal jejaring sosial, seperti friendster.com, untuk berinteraksi dengan sesama pengguna. Portal jejaring sosial memang merupakan portal yang lebih kecil, tapi portal ini terbukti menggerakkan pengunjung paling banyak.
Content dari Long Tail ini membuktikan bahwa penggunaan mobile web terus menyamai komputer tradisional. Dikarenakan kemampuan browser yang meningkat serta para pengguna yang sudah lebih terbiasa dengan pengalaman yang didapat pada mobile web. Opera sejak duhulu berpendapat bahwa akses web melalui mobile device akan meningkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa tren tersebut sedang berlangsung.
"Pada sebagian besar wilayah di dunia, masyarakat sedang mengunjungi sebuah portal web seutuhnya. Fakta dari Long Tail pada mobile web membuktikan masyarakat akan menjelajahi web dari ponsel mereka sebagaimana mereka mengakses web di rumah menggunakan PC. Di mana nilai dari Long Tail telah ditunjukkan secara berulang-ulang. Hal inilah yang juga menyebabkan mengapa web mengalahkan platform mobile yang lain dan misi kami akan one web menjadi nyata," ujar Jon con Tetzchner, CEO Opera Software, melalui keterangan resminya, Selasa (23-9).
Pada Agustus lalu, Opera Mini digunakan sekitar 17,3 juta pengguna. Dengan peningkatan 9,1 persen per bulan sejak Juli dan meningkat lebih dari 357 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Pengguna Opera Mini melihat lebih dari 4,1 miliar halaman pada Agustus. Masing-masing pengguna Opera Mini rata-rata melihat 242 halaman. Sejak Juli, halaman yang dilihat meningkat 11,7 persen. Sejak Agustus 2007 angka ini meningkat hingga 337 persen.
Bahkan, pada bulan yang sama, 17,3 juta pengguna Opera Mini menggunakan data sebesar 60,3 juta MB di seluruh dunia. Sejak Juli, data yang dikonsumsi meningkat 12,1 persen. Data pada Opera Mini dikompres sekira 90 persen. Di mana, pengguna Opera Mini telah mengakses data melampaui 603 juta MB pada Agustus.
Data pada laporan ini berdasarkan pada pengumpulan statistik dari Opera Mini server dan data statistik lainnya. Semua persentase berdasarkan pada rekaman dari 100 portal teratas di masing-masing wilayah. Tak hanya menyediakan rekaman tren penjelajahan halaman web di seluruh dunia. Kondisi mobile web Opera juga menyoroti tren penelusuran halaman web di 10 negara pengguna Opera Mini terbesar: Rusia, China, Indonesia, India, Amerika Serikat, United Kingdom, Jerman, Polandia, Afrika Selatan, dan Ukrania.
Opera Software ASA telah mengubah makna penjelahan web untuk PC, ponsel dan perangkat lain yang terhubung ke jaringan. Teknologi browser web lintas platform Opera terkenal akan kinerja, kepatuhan pada standar dan ukurannya yang kecil. Selain memberikan pengalaman online yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih dinamis kepada para pengguna.
Opera software berpusat di Oslo, Norwegia, dengan sejumlah kantor di seluruh dunia. Perusahaan ini terdaftar pada Oslo Stock Exchange dengan simbol saham Opera. n E-2
Jumat, 17 Oktober 2008
Rokok Bikin Cepat Tua
Rokok merupakan suatu kegiatan yang sangat merugikan bagi si perokok maupun perokok pasif. Salah satu pendapatan negara adalah dari cukai rokok yang cukup besar kontribusinya untuk pembangunan, namun sebaliknya merokok merupakan sumber penyakit yang dibuat oleh si perokok sendiri yang bermuara kepada kematian
HASIL studi Dr. Arto Y. Stranberg dan timnya dari Universitas Helsinki, Finlandia, menyebutkan pria perokok, selain berpeluang besar mati muda, memiliki kualitas hidup buruk seperti orang yang berusia 10 tahun lebih tua. Bahkan, penurunan kualitas hidupnya terus berlangsung meski telah berhenti merokok.
"Efek negatif yang besar terutama terlihat di kalangan perokok berat (lebih dari 20 batang rokok per hari) yang kehilangan sekitar 10 tahun dari angka harapan hidup mereka. Mereka yang berhasil bertahan akan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan," ungkap Strandberg.
Studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine edisi 13 Oktober itu menganalisis data 1.658 pria yang lahir pada 1919--1934, yang diwawancarai pada 1974. Dua puluh enam tahun kemudian didapatkan data 372 orang telah meninggal. Para peneliti menyimpulkan pria yang tidak pernah merokok memiliki hidup rata-rata 10 tahun lebih lama ketimbang pria yang merokok lebih dari 20 batang per hari.
"Merokok tidak hanya faktor risiko untuk penyakit dan kematian di masa depan. Ini ada di kehidupan sehari-hari perokok. Makin dini seseorang berhenti makin baik. Opsi terbaik adalah tidak memulainya sama sekali," saran Strandberg. n MI/R-1
HASIL studi Dr. Arto Y. Stranberg dan timnya dari Universitas Helsinki, Finlandia, menyebutkan pria perokok, selain berpeluang besar mati muda, memiliki kualitas hidup buruk seperti orang yang berusia 10 tahun lebih tua. Bahkan, penurunan kualitas hidupnya terus berlangsung meski telah berhenti merokok.
"Efek negatif yang besar terutama terlihat di kalangan perokok berat (lebih dari 20 batang rokok per hari) yang kehilangan sekitar 10 tahun dari angka harapan hidup mereka. Mereka yang berhasil bertahan akan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan," ungkap Strandberg.
Studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine edisi 13 Oktober itu menganalisis data 1.658 pria yang lahir pada 1919--1934, yang diwawancarai pada 1974. Dua puluh enam tahun kemudian didapatkan data 372 orang telah meninggal. Para peneliti menyimpulkan pria yang tidak pernah merokok memiliki hidup rata-rata 10 tahun lebih lama ketimbang pria yang merokok lebih dari 20 batang per hari.
"Merokok tidak hanya faktor risiko untuk penyakit dan kematian di masa depan. Ini ada di kehidupan sehari-hari perokok. Makin dini seseorang berhenti makin baik. Opsi terbaik adalah tidak memulainya sama sekali," saran Strandberg. n MI/R-1
Kamis, 16 Oktober 2008
Mutu Pendidikan Jadi Prioritas
BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Komisi D DPRD Bandar Lampung meminta Dinas Pendidikan memprioritaskan program peningkatan mutu pendidikan dan pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan dalam APBD 2009.
Ketua Komisi D DPRD Bandar Lampung Heri Mulyadi mengungkapkan hal tersebut menyusul kenaikan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan mulai 2009. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi, mulai tahun 2009 anggaran pendidikan harus dialokasikan sebesar 20 persen dari APBD sebagai yang diamanatkan UU.
"Mulai tahun 2009 nanti, anggaran pendidikan dinaikkan menjadi 20 persen dari APBD. Karena itu, mulai dari sekarang perlu disiapkan program-program apa saja yang akan didanai anggaran tersebut. Komisi D menghendaki agar anggaran pendidikan itu diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan kita," kata Heri.
Peningkatan mutu pendidikan tersebut, menurut Heri, dapat diimplementasikan dalam kegiatan seperti peningkatan sarana dan prasana sekolah, peningkatan mutu tenaga pendidik, dan peningkatan proses belajar-mengajar.
Lewat kegiatan tersebut, Heri optimistis mutu lulusan SD--SMA di Bandar Lampung dapat ditingkatkan. "Untuk UN tingkat SMP, Bandar Lampung ada di urutan ke-8. Dengan peningkatan anggaran pendidikan sampai 20 persen, angka kelulusan UN kita juga harus naik," ujar dia.
Demikian juga peningkatan mutu tenaga pendidik. Heri berharap kenaikan anggaran pendidikan bisa mendongkrak jumlah tenaga pendidik yang tesertifikasi.
"Jika dalam APBD 2009 dinas tidak memprioritaskan program-program peningkatan mutu dan penemuhan standar pendidikan ini, Panitia Anggaran (Panang) akan mencoret program-program yang diusulkan dinas," kata Heri yang juga anggota Panang. n ITA/K-1
Komisi D DPRD Bandar Lampung meminta Dinas Pendidikan memprioritaskan program peningkatan mutu pendidikan dan pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan dalam APBD 2009.
Ketua Komisi D DPRD Bandar Lampung Heri Mulyadi mengungkapkan hal tersebut menyusul kenaikan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan mulai 2009. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi, mulai tahun 2009 anggaran pendidikan harus dialokasikan sebesar 20 persen dari APBD sebagai yang diamanatkan UU.
"Mulai tahun 2009 nanti, anggaran pendidikan dinaikkan menjadi 20 persen dari APBD. Karena itu, mulai dari sekarang perlu disiapkan program-program apa saja yang akan didanai anggaran tersebut. Komisi D menghendaki agar anggaran pendidikan itu diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan kita," kata Heri.
Peningkatan mutu pendidikan tersebut, menurut Heri, dapat diimplementasikan dalam kegiatan seperti peningkatan sarana dan prasana sekolah, peningkatan mutu tenaga pendidik, dan peningkatan proses belajar-mengajar.
Lewat kegiatan tersebut, Heri optimistis mutu lulusan SD--SMA di Bandar Lampung dapat ditingkatkan. "Untuk UN tingkat SMP, Bandar Lampung ada di urutan ke-8. Dengan peningkatan anggaran pendidikan sampai 20 persen, angka kelulusan UN kita juga harus naik," ujar dia.
Demikian juga peningkatan mutu tenaga pendidik. Heri berharap kenaikan anggaran pendidikan bisa mendongkrak jumlah tenaga pendidik yang tesertifikasi.
"Jika dalam APBD 2009 dinas tidak memprioritaskan program-program peningkatan mutu dan penemuhan standar pendidikan ini, Panitia Anggaran (Panang) akan mencoret program-program yang diusulkan dinas," kata Heri yang juga anggota Panang. n ITA/K-1
Rabu, 15 Oktober 2008
Kemampuan Manajerial Mutlak bagi Kepsek
BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Kemampuan manajerial mutlak bagi seorang kepala sekolah, karena keberadaannya sangat mewarnai kualitas lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Hal tersebut dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung Haryanto, Selasa (14-10), di Bandar Lampung. Untuk menguasai kompetensi itu, kepala sekolah (kepsek) harus banyak belajar dan berbagi dengan kepala sekolah dalam berbagai kegiatan di forum musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS). Misalnya, diklat manajemen berbasis sekolah dan kegiatan rutin setiap satu kali sebulan untuk berbagi tentang masalah yang dihadapi di sekolah masing-masing.
"Kalau ada kesulitan dalam membuat program sekolah, langsung kita bantu. Atau kalau sedang mengalami masalah yang mirip dengan masalah yang pernah dihadapi sekolah lain, bisa berbagi pengalaman," kata Haryanto.
Menurut dia, program rutin MKKS bekerja sama dengan dinas pendidikan, lembaga penjaminan mutu pendidikan atau perguruan tinggi untuk memperdalam keilmuan kepala sekolah.
Haryanto mengatakan kualitas kepala sekolah sangat mewarnai kualitas sekolah. Sehingga, biasanya sekolah yang bagus dipimpin oleh kepala sekolah yang bagus juga. Dia mengakui di lapangan masih ditemukan pengangkatan kepada sekolah yang tidak sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah.
"PGRI dan dinas pendidikan hanya memberikan rekomendasi, kalau pengangkatan kan tengantung pemda, ada tim Baperjakat yang melakukan penilaian," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Gino Vannolie mengatakan semestinya kepala sekolah sebagai manajer di sekolah, tapi akhir-akhir ini fungsi kepala sekolah tampak bias. Rekrutmen kepala sekolah tidak akuntabel dan sarat kepentingan politis.
"Kepala sekolah itu kan guru yang diberi tugas tambahan, jadi secara fungsional dia tetap seorang guru," kata dia.
Menurut dia, pemerintah tidak mengadvokasi secara benar para guru, sehingga banyak guru yang mentok di golongan IV A berlomba-lomba mengikuti diklat calon kepala sekolah (cakep). Padahal, pangkat tertinggi seorang guru adalah dengan menjadi guru utama.
Sebelumnya, pengawas sekolah Provinsi Lampung, Suparji, di kantornya, Rabu (8-10), mengatakan secara umum kompetensi kepala sekolah di Lampung masih lemah. Kepala sekolah masih perlu banyak belajar, terutama pemahaman tentang kepemimpinan, manajerial, kurikulum, dan administrasi. n RIN/S-1
Kemampuan manajerial mutlak bagi seorang kepala sekolah, karena keberadaannya sangat mewarnai kualitas lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Hal tersebut dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung Haryanto, Selasa (14-10), di Bandar Lampung. Untuk menguasai kompetensi itu, kepala sekolah (kepsek) harus banyak belajar dan berbagi dengan kepala sekolah dalam berbagai kegiatan di forum musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS). Misalnya, diklat manajemen berbasis sekolah dan kegiatan rutin setiap satu kali sebulan untuk berbagi tentang masalah yang dihadapi di sekolah masing-masing.
"Kalau ada kesulitan dalam membuat program sekolah, langsung kita bantu. Atau kalau sedang mengalami masalah yang mirip dengan masalah yang pernah dihadapi sekolah lain, bisa berbagi pengalaman," kata Haryanto.
Menurut dia, program rutin MKKS bekerja sama dengan dinas pendidikan, lembaga penjaminan mutu pendidikan atau perguruan tinggi untuk memperdalam keilmuan kepala sekolah.
Haryanto mengatakan kualitas kepala sekolah sangat mewarnai kualitas sekolah. Sehingga, biasanya sekolah yang bagus dipimpin oleh kepala sekolah yang bagus juga. Dia mengakui di lapangan masih ditemukan pengangkatan kepada sekolah yang tidak sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah.
"PGRI dan dinas pendidikan hanya memberikan rekomendasi, kalau pengangkatan kan tengantung pemda, ada tim Baperjakat yang melakukan penilaian," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Gino Vannolie mengatakan semestinya kepala sekolah sebagai manajer di sekolah, tapi akhir-akhir ini fungsi kepala sekolah tampak bias. Rekrutmen kepala sekolah tidak akuntabel dan sarat kepentingan politis.
"Kepala sekolah itu kan guru yang diberi tugas tambahan, jadi secara fungsional dia tetap seorang guru," kata dia.
Menurut dia, pemerintah tidak mengadvokasi secara benar para guru, sehingga banyak guru yang mentok di golongan IV A berlomba-lomba mengikuti diklat calon kepala sekolah (cakep). Padahal, pangkat tertinggi seorang guru adalah dengan menjadi guru utama.
Sebelumnya, pengawas sekolah Provinsi Lampung, Suparji, di kantornya, Rabu (8-10), mengatakan secara umum kompetensi kepala sekolah di Lampung masih lemah. Kepala sekolah masih perlu banyak belajar, terutama pemahaman tentang kepemimpinan, manajerial, kurikulum, dan administrasi. n RIN/S-1
Hati-hati MP3 'Player' Ancam Pendengaran
MENIKMATI lagu favorit dari pemutar musik digital atau MP3 player memang mengasyikkan. Akan tetapi, tahukan Anda jika aktivitas itu berlebihan, dapat menimbulkan masalah pendengaran.
Sebanyak 5%--10% dari orang-orang yang mendengarkan musik melalui MP3 player lebih dari satu jam per hari dalam setiap pekan, dengan tingkat volume tinggi, berpotensi menderita tuli permanen. Kesimpulan tersebut didapat dari studi yang dilaksanakan sekelompok ilmuwan yang melakukan penelitian atas permintaan Komisi Eropa.
Uni Eropa (UE) telah menetapkan tingkat maksimal kebisingan pemutar musik digital sebesar 100 desibel. Hasil studi para peneliti menunjukkan orang-orang yang mendengarkan musik hanya selama lima jam per pekan, dengan volume di atas 89 desibel, telah melampaui batas maksimal kebisingan di tempat kerja. Orang-orang yang mendengarkan musik lebih lama daripada itu, dengan tingkat volume lebih tinggi, berisiko menderita tuli permanen setelah lima tahun.
UE memperkirakan sekitar 50 juta--100 juta orang di Eropa mendengarkan musik dari MP3 player setiap hari. Sebanyak 184 juta--246 juta peralatan audioportabel telah terjual dalam empat tahun terakhir, termasuk 124 juta--165 juta unit MP3 player. n MI/U-2
Sebanyak 5%--10% dari orang-orang yang mendengarkan musik melalui MP3 player lebih dari satu jam per hari dalam setiap pekan, dengan tingkat volume tinggi, berpotensi menderita tuli permanen. Kesimpulan tersebut didapat dari studi yang dilaksanakan sekelompok ilmuwan yang melakukan penelitian atas permintaan Komisi Eropa.
Uni Eropa (UE) telah menetapkan tingkat maksimal kebisingan pemutar musik digital sebesar 100 desibel. Hasil studi para peneliti menunjukkan orang-orang yang mendengarkan musik hanya selama lima jam per pekan, dengan volume di atas 89 desibel, telah melampaui batas maksimal kebisingan di tempat kerja. Orang-orang yang mendengarkan musik lebih lama daripada itu, dengan tingkat volume lebih tinggi, berisiko menderita tuli permanen setelah lima tahun.
UE memperkirakan sekitar 50 juta--100 juta orang di Eropa mendengarkan musik dari MP3 player setiap hari. Sebanyak 184 juta--246 juta peralatan audioportabel telah terjual dalam empat tahun terakhir, termasuk 124 juta--165 juta unit MP3 player. n MI/U-2
Kamis, 09 Oktober 2008
Guru Belum Terbiasa Buat Karya Ilmiah
MEDAN (Ant/Lampost):
Sebagian besar guru dinilai masih belum terbiasa melakukan penelitian ilmiah maupun pengembangan karya ilmiah lainnya, karena masih terjebak pada rutinitas mengajar.
Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Zulnaidi, di Medan, Rabu (8-10), mengatakan pengembangan karya ilmiah seperti penelitian tindakan kelas (PTK) maupun penelitian bidang lainnya merupakan salah satu kebutuhan untuk peningkatan mutu pendidikan.
"Namun, sebagian besar guru belum terbiasa dengan kegiatan itu. Jadi, ketika diberi tugas untuk membuat penelitian mereka kesulitan. Padahal, penelitian itu termasuk salah satu kewajiban bagi guru," kata dia.
Sebab itu, tidak heran jika ketika melengkapi berkas portofolio untuk sertifikasi, guru yang menyerahkan portofolio masih terjebak pada sebatas melengkapi sertifikat seminar saja.
Padahal, untuk lolos sertifikasi melalui penilaian portofolio, guru masih harus melengkapi syarat-syarat lain yang memiliki penilaian lebih tinggi, seperti penelitian maupun pengembangan karya ilmiah.
"Inilah kelemahan guru-guru kita, seharusnya mereka dapat lebih peka terhadap situasi itu dan mencoba memperbaiki diri untuk kemajuan pendidikan kita," kata dia.
Untuk itu, kata dia, diharapkan kepada setiap kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setempat agar dapat membantu dan mendorong para guru untuk melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas.
Sebab, untuk masa yang akan datang, profesionalsme guru tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan mengajar di kelas. Namun, guru juga dituntut harus bisa menyampaikan ide dan gagasan yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan. N-1
Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Zulnaidi, di Medan, Rabu (8-10), mengatakan pengembangan karya ilmiah seperti penelitian tindakan kelas (PTK) maupun penelitian bidang lainnya merupakan salah satu kebutuhan untuk peningkatan mutu pendidikan.
"Namun, sebagian besar guru belum terbiasa dengan kegiatan itu. Jadi, ketika diberi tugas untuk membuat penelitian mereka kesulitan. Padahal, penelitian itu termasuk salah satu kewajiban bagi guru," kata dia.
Sebab itu, tidak heran jika ketika melengkapi berkas portofolio untuk sertifikasi, guru yang menyerahkan portofolio masih terjebak pada sebatas melengkapi sertifikat seminar saja.
Padahal, untuk lolos sertifikasi melalui penilaian portofolio, guru masih harus melengkapi syarat-syarat lain yang memiliki penilaian lebih tinggi, seperti penelitian maupun pengembangan karya ilmiah.
"Inilah kelemahan guru-guru kita, seharusnya mereka dapat lebih peka terhadap situasi itu dan mencoba memperbaiki diri untuk kemajuan pendidikan kita," kata dia.
Untuk itu, kata dia, diharapkan kepada setiap kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setempat agar dapat membantu dan mendorong para guru untuk melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas.
Sebab, untuk masa yang akan datang, profesionalsme guru tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan mengajar di kelas. Namun, guru juga dituntut harus bisa menyampaikan ide dan gagasan yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan. N-1
Kompetensi Kepsek Perlu Dikaji Ulang
BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Kompetensi kepala sekolah di Lampung perlu dikaji ulang. Lima kompetensi yang seyogianya dimiliki kepala sekolah, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial, masih lemah.
Hal tersebut dikatakan Pengawas Sekolah Provinsi Lampung, Suparji, di kantornya, Rabu (8-10). Menurut dia, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah menjelaskan kepala sekolah harus memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Namun, secara umum, kompetensi kepala sekolah di Lampung masih lemah.
"Kepala sekolah masih perlu banyak belajar, terutama pemahaman kurikulum, administrasi, dan penguasaan terhadap lima kompetensi ini," kata dia.
Dalam permendiknas itu dijelaskan untuk menjadi kepada sekolah harus memenuhi syarat, yaitu kualifikasi pendidikan minimal S-1 kependidikan atau nonkependidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Selanjutnya, berusia maksimal 56 tahun, sudah menjadi guru minimal selama lima tahun (untuk kepala TK/RA minimal tiga tahun), pangkat minimal III/C dan memiliki sertifikat calon kepala sekolah. Apabila ada beberapa calon kepala sekolah yang memenuhi syarat, dinilai dari daftar urut kepangkatan tertinggi.
"Seyogianya, juga ada rekomendasi dari pengawas pembina," ujarnya.
Bagi tenaga kependidikan yang duduk di struktural Dinas Pendidikan, harus mengikuti prosedur yang sama, yaitu menjadi guru lebih dahulu dan miliki sertifikat calon kepala sekolah.
Dia mengakui di lapangan masih ditemukan pengangkatan kepala sekolah yang melanggar permendiknas. Pengawas sekolah hanya bertugas membina dan memberi masukan kepada kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Sedangkan kebijakan pengangkatan kepala sekolah adalah wewenang Dinas Pendidikan di setiap daerah.
"Ya, diakui masih ada pengangkatan kepala sekolah yang tidak sesuai dengan Permen Nomor 13 Tahun 2007, tapi itu di luar wewenang kami. Itu bergantung pada kebijakan setiap daerah," kata dia.
Pihaknya hanya memberi saran dan masukan agar perekrutan kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 13/2007. Sebab, kompetensi kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Suparji juga mengimbau para guru lebih arif dan bijaksana dalam menilai kemampuan dan kompetensi diri sehingga bagi guru yang memang belum mampu menjadi kepala sekolah jangan memaksakan diri untuk menjadi kepala sekolah.
Menurut dia, di Lampung terdapat sekitar 1.015 pengawas sekolah, di tingkat provinsi 12 orang dan selebihnya tersebar di kabupaten/kota masing-masing. Pengawas sekolah tingkat provinsi berkoordinasi dengan pengawas sekolah kabupaten/kota dalam membina kepala sekolah.
Selain menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, pengawas sekolah juga memberikan masukan secara personal. Beberapa pelatihan yang diselenggarakan tentang kurikulum, konseling, administrasi, kesiswaan, ketenagaan, perlengkapan pendidikan, keuangan, magang dan lain sebagainya.
"Pelatihan dan saran sering diberikan pengawas sekolah, selanjutnya bergantung pada kepala sekolahnya, ada yang menindaklanjuti saran itu, tetapi ada juga yang mengabaikan," kata dia. RIN/N-1
Dengan adanya desentralisasi manajemen pendidikan dan manajemen berbasis sekolah (MBS) peran kepala sekolah mulai berubah. Apalagi komite sekolah mulai berperan penting dalam pengelolaan sekolah. Konsultan Pendidikan Elizabeth Sweeting, Muhlisoh, Furaidah, dan Supriyono Koes dan rekan-rekannya membuat studi tentang peran kepala sekolah dan komite sekolah, khususnya di sekolah yang sudah melaksanakan MBS dengan berhasil di daerah binaan MBE dan CLCC.
Tujuannya, sebagaimana dilansir di mbeproject.net, menemukan kunci keberhasilan sekolah tersebut agar disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain.
Menurut studi tersebut, kepala sekolah mempunyai dua peran utama, pertama sebagai pemimpin institusi bagi para guru, dan kedua memberikan pimpinan dalam manajemen.
Pembaruan pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah (MBS) dan komite sekolah yang diperkenalkan sebagai bagian dari desentralisasi memberikan kepada kepala sekolah kesempatan yang lebih besar untuk menerapkan dengan lebih mantap berbagai fungsi dari kedua peran tersebut.
Manajemen terbuka menjadi transparan, bertanggung jawab, dan melibatkan banyak pihak dalam perencanaan, keuangan dan pengembangan program sekolah bersama sama dengan para guru dan masyarakat. Rencana sekolah dan RAPBS dipajangkan untuk dilihat semua pihak.
Banyak kepala sekolah yang dikunjungi selama studi, telah memanfaatkan kesempatan yang diberikan SBM untuk menyesuaikan kinerjanya agar memenuhi situasi baru di sekolah dan di masyarakat, dan menerapkan perubahan-perubahan. N-1
Hal tersebut dikatakan Pengawas Sekolah Provinsi Lampung, Suparji, di kantornya, Rabu (8-10). Menurut dia, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah menjelaskan kepala sekolah harus memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Namun, secara umum, kompetensi kepala sekolah di Lampung masih lemah.
"Kepala sekolah masih perlu banyak belajar, terutama pemahaman kurikulum, administrasi, dan penguasaan terhadap lima kompetensi ini," kata dia.
Dalam permendiknas itu dijelaskan untuk menjadi kepada sekolah harus memenuhi syarat, yaitu kualifikasi pendidikan minimal S-1 kependidikan atau nonkependidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Selanjutnya, berusia maksimal 56 tahun, sudah menjadi guru minimal selama lima tahun (untuk kepala TK/RA minimal tiga tahun), pangkat minimal III/C dan memiliki sertifikat calon kepala sekolah. Apabila ada beberapa calon kepala sekolah yang memenuhi syarat, dinilai dari daftar urut kepangkatan tertinggi.
"Seyogianya, juga ada rekomendasi dari pengawas pembina," ujarnya.
Bagi tenaga kependidikan yang duduk di struktural Dinas Pendidikan, harus mengikuti prosedur yang sama, yaitu menjadi guru lebih dahulu dan miliki sertifikat calon kepala sekolah.
Dia mengakui di lapangan masih ditemukan pengangkatan kepala sekolah yang melanggar permendiknas. Pengawas sekolah hanya bertugas membina dan memberi masukan kepada kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Sedangkan kebijakan pengangkatan kepala sekolah adalah wewenang Dinas Pendidikan di setiap daerah.
"Ya, diakui masih ada pengangkatan kepala sekolah yang tidak sesuai dengan Permen Nomor 13 Tahun 2007, tapi itu di luar wewenang kami. Itu bergantung pada kebijakan setiap daerah," kata dia.
Pihaknya hanya memberi saran dan masukan agar perekrutan kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 13/2007. Sebab, kompetensi kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Suparji juga mengimbau para guru lebih arif dan bijaksana dalam menilai kemampuan dan kompetensi diri sehingga bagi guru yang memang belum mampu menjadi kepala sekolah jangan memaksakan diri untuk menjadi kepala sekolah.
Menurut dia, di Lampung terdapat sekitar 1.015 pengawas sekolah, di tingkat provinsi 12 orang dan selebihnya tersebar di kabupaten/kota masing-masing. Pengawas sekolah tingkat provinsi berkoordinasi dengan pengawas sekolah kabupaten/kota dalam membina kepala sekolah.
Selain menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, pengawas sekolah juga memberikan masukan secara personal. Beberapa pelatihan yang diselenggarakan tentang kurikulum, konseling, administrasi, kesiswaan, ketenagaan, perlengkapan pendidikan, keuangan, magang dan lain sebagainya.
"Pelatihan dan saran sering diberikan pengawas sekolah, selanjutnya bergantung pada kepala sekolahnya, ada yang menindaklanjuti saran itu, tetapi ada juga yang mengabaikan," kata dia. RIN/N-1
Dengan adanya desentralisasi manajemen pendidikan dan manajemen berbasis sekolah (MBS) peran kepala sekolah mulai berubah. Apalagi komite sekolah mulai berperan penting dalam pengelolaan sekolah. Konsultan Pendidikan Elizabeth Sweeting, Muhlisoh, Furaidah, dan Supriyono Koes dan rekan-rekannya membuat studi tentang peran kepala sekolah dan komite sekolah, khususnya di sekolah yang sudah melaksanakan MBS dengan berhasil di daerah binaan MBE dan CLCC.
Tujuannya, sebagaimana dilansir di mbeproject.net, menemukan kunci keberhasilan sekolah tersebut agar disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain.
Menurut studi tersebut, kepala sekolah mempunyai dua peran utama, pertama sebagai pemimpin institusi bagi para guru, dan kedua memberikan pimpinan dalam manajemen.
Pembaruan pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah (MBS) dan komite sekolah yang diperkenalkan sebagai bagian dari desentralisasi memberikan kepada kepala sekolah kesempatan yang lebih besar untuk menerapkan dengan lebih mantap berbagai fungsi dari kedua peran tersebut.
Manajemen terbuka menjadi transparan, bertanggung jawab, dan melibatkan banyak pihak dalam perencanaan, keuangan dan pengembangan program sekolah bersama sama dengan para guru dan masyarakat. Rencana sekolah dan RAPBS dipajangkan untuk dilihat semua pihak.
Banyak kepala sekolah yang dikunjungi selama studi, telah memanfaatkan kesempatan yang diberikan SBM untuk menyesuaikan kinerjanya agar memenuhi situasi baru di sekolah dan di masyarakat, dan menerapkan perubahan-perubahan. N-1
Langganan:
Postingan (Atom)