Kamis, 31 Januari 2008

Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.

Rabu, 30 Januari 2008

9 etika menjadi pemimpin yang baik

Saya telah menemui beberapa orang yang memiliki pengalaman serta jabatan sebagai pemimpin dalam instansi. Dari sebagian pemimpin tersebut, ternyata ada beberapa orang yang benar-benar dihormati secara moral sebagai pemimpin. Pandangan positif muncul dari berbagai karyawan atau anak buah yang ada disekitarnya. Tidak memandang seberapa tinggi kedudukannya serta bidang yang ditekuni, pemimpin yang baik selalu mempunyai kesamaan antara satu dengan yang lain. Melihat adanya kesempatan untuk berbicara langsung kepada beliau-beliau, akhirya saya mendapatkan gambaran dan masukan tentang bagaimana membentuk etika diri untuk menjadi seorang pemimpin yang baik di mata karyawan atau anak buah. Dengan mengetahui etika tentu akan membuka jalan menjadi pemimpin yang baik

Saya akui sendiri bahwa saya adalah orang yang selalu bertanya dalam setiap kesempatan guna memuaskan rasa ingin tahu. Bila ditanya apakah kedudukan saya tentu saya jawab saya masih belum mempunyai kedudukan yang spesial. Mengenai pengalaman kerja di instansi? itu juga belum bisa dibilang lama karena hanya 1 bulan saja (kerja praktek). Namun, seperti dengan prinsip pada blog saya yang membagikan segala ilmu serta skill yang saya punyai, tidak menutup kemungkinan saya membahas tentang ilmu yang saya dapatkan dari orang lain. Pembentukan etika pemimpin ini sangat baik bila diketahui sejak dini. Apa yang saya jabarkan berikut ini merupakan murni hasil pengalaman orang lain dan terbukti dalam kegiatan sehari-hari. Saya hanya menganalisis dan membuat kesimpulan agar nantinya kita dapat mendapatkan sedikit gambaran untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Ada beberapa point yang saya bahas kali ini. Tentunya saya akan batasi lingkup pembahasan hanya pada etika saja. Begitu banyak hal dan aspek yang bisa dilihat untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Etika menjadi topik dalam pembahasan saya karena nantinya anda dapat langsung mempraktekkannya pada kehidupan sehari-hari setelah membaca artikel ini.

1. Menghargai hasil kinerja anak buah
Dengan adanya rasa menghargai kepada anak buah, tentu menjadi suatu motivasi yang jitu dalam memacu semangat kerja mereka. Dengan kita memberikan pujian terhadap hasil karya mereka walaupun itu menurut pikiran kita "remeh" atau "gampang dilakukan". Perlu diketahui bahwa hasil tersebut dilakukan dengan sekuat tenaga oleh anak buah anda. Dengan memberikan pujian pada waktu dan kesempatan yang tepat maka anak buah akan merasa dihargai. Hal ini akan berdampak pada kemajuan kinerja dari anak buah anda nantinya.

2. Kesalahan pada anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin
Seringkali saat kita membawahi beberapa anak buah dalam team. Ketika hendak mengerjakan suatu tugas tentu setiap anak buah memiliki tugas masing-masing. Ketika anak buah tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu tentu pemimpin harus mengambil alih. Pertanggung-jawaban kepada atasan yang lebih tinggi harus dilakukan oleh pemimpin team tersebut. Pemimpin harus mampu memberikan alasan kuat yang mendasari penyebab kegagalan dari staffnya. Alangkah baiknya bila pemimpin juga ikut membantu serta memperbaiki hasil kerja anak buahnya.

3. Mengajari tanpa henti dan tidak ragu memberikan ilmu
Pemimpin yang baik tentu memiliki skill yang bersifat "generalisasi". Artinya pemimpin tersebut memiliki wawasan yang luas dalam aplikasi kerja sehari-hari. Nah, ketika memdapati anak buah yang kesal karena mengalami kegagalan dalam mengerjakan tugasnya tentu pemimpin harus menjadi solusi. Ketika anak buah bingung untuk menyelesaikan tugasnya tentu pemimpin-nya akan menjadi sarana pengaduan. Bila anda menjadi pemimpin yang ternyata mengerti solusi cara menyelesaikan masalah dari anak buah tentu akan sangat menguntungkan. Tidak ada salahnya anda mengerjakan tugas anak buah tersebut sambil memberikan petunjuk-petunjuk solusi.

4.Peduli terhadap kepentingan dan kesibukan staff
Seringkali terdengar beberapa anak buah mengeluh terhadap pemimpinnya. Biasanya adanya otoritas yang muncul karena sang pemimpim tidak mau tahu apa yang akan dilakukan oleh anak buahnya. Pokoknya tugas yang diberikan harus selesai pada tanggal sekian, jam sekian! titik!. Nah, inilah faktor yang akan menghancurkan rasa hormat dari staff. Berikan perhatian yang berkala dan teratur. Usahakan anda kunjungi masing-masing anak buah anda pada saat mereka bekerja. Pantau kegiatan mereka dan sesekali berikan komentar yang membangun atas hasil kerja mereka saat itu. Pentingnya memberikan kelonggaran / jeda waktu supaya anak buah anda bisa terlepas dari kejenuhan pekerjaannya. Bila anda peduli terhadap staff maka hasil kerja akan memuaskan nantinya.

5.Jadilah panutan dan tepat waktu
Kinerja staff akan mengacu pada pemimpinnya. Bila anda dalam bekerja terlihat rajin,sibuk,ulet dan keras tentu akan memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar anda untuk menirunya. Adanya sifat sungkan untuk malas akan terbentuk bila anda membiasakan sibuk dan rajin pada tiap jam-jam kerja anda. Disiplin terhadap waktu menjadi sangat sensitif bila anda sendiri juga tepat waktu dalam setiap pekerjaan.

6.Ceritakan masalah instansi yang layak diketahui anak buah.
Anda sebagai pemimpin tentu terkadang dihadapkan dengan banyak sekali masalah instansi. Pilah-pilah masalah instansi tersebut berdasarkan kerahasiaannya. Bila ada informasi masalah yang bersifat universal tentu perlu anda ceritakan kepada anak buah anda. Dengan menceritakan masalah yang ada, seolah-olah anak buah anda merasa mendapatkan tempat yang spesial di instansi. Menjadi orang yang dipercaya untuk mengetahui masalah yang ada dan berusaha membuat solusi harus ditanamkan pada anak buah anda.

7.Low profile.
Tentu sesekali anda perlu menyempatkan diri untuk membuat hubungan sosial dengan anak buah anda. Bila anda mampu menempatkan diri dalam lingkungan mereka tentu hal ini akan sangat berguna. Kesan "bersahabat" akan muncul bila anda juga turun kedalam kegiatan mereka sehari-hari. Contoh paling mudah adalah sempatkan diri anda untuk makan siang bersama mereka. Buat suasana tidak ada sekat dan semua memiliki posisi yang sama yaitu manusia biasa yang butuh makan. Anggapan pemimpin yang low profile akan terbentuk di hati anak buah anda nantinya.

8. Memberikan tugas sesuai dengan bidangnya keahliannya
Banyak para pemimpin yang memberikan tugas kepada staff tidak sesuai dengan bidangnya ini disebabkan beberapa faktor diantaranya karena keseniorannya, KKN, hutang budi dan lain-lain ini merupakan awal dari suatu kehancuran prestasi kerja yang akan dicapai.

9. Laporan anak buah yang menyesatkan
Dalam instansi biasa terdiri berbagai macam sifat dan perilaku bawahan tentu ada yang positif ada juga yang negatif, ada diantaranya yang suka cari muka (CARMUK) ini sangat berbahaya kalau seorang pemimpin menelan mentah-mentah laporan bawahannya tanpa konfirmasi dengan yang bersangkutan, pemimpin harus wait, see and action

Bila anda sudah melakukan sembilan langkah tersebut dengan benar maka anda akan mendapatkan predikat pemimpin yang baik di hati para staff. Lalu bagaimana cara mengukurnya apakah anda sudah mendapatkan predikat tersebut atau belum? Tanyalah pada staff pada kedudukan terendah.
.

Mengatasi Kejenuhan dalam Belajar

Saya sudah belajar, tapi materi pelajaran sulit dipahami dan semakin lama semakin jenuh saja dalam melakukan kegiatan belajar!" kata seorang siswa.

Perasaan jenuh dalam belajar sering dikeluhkan para siswa dalam setiap kesempatan. Di satu sisi siswa harus belajar dengan giat dan memahami pelajaran dengan sebaik-baiknya, apalagi menghadapi ujian, tetapi di pihak lain siswa tersebut terserang kejenuhan. Kondisi ini membuat siswa kurang bergairah dan bersemangat dalam belajarnya serta timbul perasaan khawatir, takut tidak lulus ujian.

Secara manusiawi memang kejenuhan bisa menimpa setiap orang, termasuk siswa yang sedang belajar. Dengan kata lain, kejenuhan tidak memandang umur dan status. Untuk itu, siswa apabila terserang perasaan jenuh harus cepat disikapi dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja. Dalam hal ini siswa harus bertanya kepada diri sendiri. Mengapa saya akhir-akhir ini mengalami kejenuhan dalam belajar?

Siswa perlu mengadakan introspeksi (melihat ke dalam diri sendiri) atau perenungan terhadap kondisi yang sedang dialami (kejenuhan belajar). Kejenuhan tidak datang begitu saja tanpa ada latar belakangnya. Dengan memahami latar belakang dari kejenuhan, siswa bisa melakukan tindakan yang tepat untuk mengusir atau mengatasi kejenuhan yang dialami. Dengan terselesaikannya masalah kejenuhan ini, diharapkan siswa bisa belajar dengan baik dan mencapai prestasi belajar yang memuaskan.

Berdasarkan berbagai faktor penyebab kejenuhan di atas, bisa dicari alternatif pemecahannya. Dalam hal ini siswa harus berusaha melawan dan mengatasi apabila mengalami kejenuhan dalam belajar. Untuk mengatasi kejenuhan belajar, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

Pertama, cari manfaat dari belajar yang dilakukan. Belajar yang dilakukan oleh siswa pasti ada manfaatnya. Dengan belajar siswa bisa memperoleh ilmu pengetahuan. Bisa menambah pertemanan dan mempererat tali silaturahmi di antara siswa. Menambah wawasan dan pengalaman hidup. Singkatnya, manfaat belajar, yaitu untuk persiapan masa depan yang lebih cerah. Bukankah dengan ilmu, hidup jadi mudah? Semakin tahu manfaat belajar, akan semakin bersemangat untuk belajar dan menghilangkan kejenuhan.

Kedua, lakukan belajar dengan perasaan senang dan kreatif. Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan perasaan senang akan menimbulkan semangat. Begitu juga dengan kegiatan belajar, apabila merasa senang, siswa akan belajar dengan gairah dan bersemangat. Lama kelamaan perasaan jenuh akan terkikis dan hilang. Untuk itu senangi apa yang siswa kerjakan (belajar) dan kerjakan apa yang siswa senangi.

Di samping itu, selama melakukan kegiatan belajar, siswa juga harus kreatif. Belajar dengan kreatif akan menimbulkan keasyikan dan kepuasan pribadi sehingga jauh dari perasaan jenuh atau bosan.

Ketiga, pandang guru dari segi positifnya. Guru sebagai manusia biasa tidak lepas dari segala kelebihan dan kekurangan. Menghadapi guru yang sedang mengajar di kelas, siswa seyogianya menyikapi guru dengan sikap terbaik. Cari sisi positif atau kebaikan yang ada pada guru sehingga siswa merasa tertarik dan senang terhadap guru. Apabila sudah menyenangi gurunya, maka cenderung akan menyenangi pelajarannya. Setiap bertemu dengan guru, siswa bisa diskusi, bertukar pendapat dan informasi untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.

Keempat, anggaplah belajar itu sebagai kebutuhan yang mendesak. Belajar jangan sampai hanya untuk menggugurkan kewajiban. Artinya, belajar selain sebagai kewajiban, juga harus menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Kalau belajar itu sebagai suatu kebutuhan, siswa akan berusaha untuk belajar dengan giat. Misalnya, kita butuh makan, kita akan mencari makanan. Begitu juga halnya dengan belajar. Ke mana dan kapan pun siswa akan belajar terus karena butuh. Bukankah kita dianjurkan untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri Cina sekalipun?

Kelima, lakukan diskusi kelompok. Untuk menambah gairah belajar, siswa bisa mengajak teman-teman untuk melakukan kegiatan belajar bersama. Melalui diskusi kelompok atau belajar bersama, siswa bisa tukar pendapat, pengalaman, dan informasi di antara teman. Dalam kondisi kebersamaan biasanya akan terhindar dari kejenuhan. Anggota kelompok bisa terbentuk atas dasar kesepakatan bersama di antara siswa.
.

Bagaimana mengajari anak sistem perkalian

Seorang anak berusia 6 tahun belajar matematika dari buku seri PMP (Pelajaran Matematika Pertama) terbitan Tigaraksa. Begitu juga dengan buku perkalian. Di buku tersebut diajarkan perkalian dengan menggunakan gambar. Misalnya 3 x 4, digambarkan melalui ubin, 3 kekiri x 4 keatas. Karena menurutku, dia belum perlu belajar perkalian, jadi tidak diteruskan ke perkalian yang susah. Kecuali dia mau belajar buku itu. Ada juga cara lain untuk belajar perkalian dan masih kupakai, misalnya 7 x 9, tangan kanan kita mewakili angka 7, yaitu dengan menekuk (7-5) jari, dua jari ditekuk sementara tangan kiri kita mewakili angka 9, jadi 4 jari yg ditekuk. Hasilnya adalah: jari yg ditekuk ditambah = digit puluhan, jari yang tidak ditekuk dikali = digit satuan.
Dalam soal di atas, berarti jari yang ditekuk = 2 + 4 = 6,
jari yang berdiri = 3 x 1 =3. Jadi 7 x 9 = 63.

- Kalau jamanku dulu, dihapalkan benar-benar. Misalnya perkalian 1-10. Lalu perkalian kuadrat dari 11 sampai 20. Terus ditanya di kelas satu per satu ke depan.

- Kalau aku dulu, dapat dari guru SD-ku dengan cara dihapalkan dan sampai sekarang belum pernah menemukan buku yang membahas metode ini.

- Dulu aku punya buku metode perkalian tapi aku lupa judulnya.

- Jaman SD dulu, guruku sering kasih bonus 'mencongak' sebelum pulang. Yang paling cepat menjawab bisa pulang duluan. Sekarang masih ada nggak ya, bagus sekali buat hapalan.

- Kalau perkalian 9 yang paling simple adalah, misalnya 7 x 9, maka jari ke 7 kita tekuk, maka angsung memberikan hasil 63. Atau misalnya 8 x 9, maka ketika jari 8 ditekuk, maka langsung membentuk 72.(Su) - Bagaimana dengan Cara belajar pembagian? Pengalamanku dulu, kalau kita tidak hafal perkalian di luar kepala, akan susah belajar pembagian. Anakku kelas 2 untuk perkalian memakai cara belajar yang dibahas paling atas.

- Kalau aku dulu, perkalian sembilan dengan menggunakan metode angka pertama (di depan) tambahin 1, terus angka kedua (di belakang) kurangin 1. Contoh : kita mulai dari angka: 2 x 9 = 18 , perhatikan nilai hasil dari atas = 18 dari : 1 + 1 = 2 ini angka awal dan 8-1 = 7 ini angka belakang. 3 x 9 = 27 seterusnya :
3 x 9 = 27
4 x 9 = 36
5 x 9 = 45
6 x 9 = 54
7 x 9 = .....awal :(5+1=6)
dan akhir : (4-1)=3 maka : hasilnya 63
8 x 9 = .....72
urutkan kebawah sampai berapapun angkanya. Ini untuk dihapalkan saja lho.(Li)

- Kalau aku menerapkan perkalian, dengan hafalan buta, dan aku tempel perkalian ini di tempat tidurnya, jadi tiap malam sebelum tidur, dia pasti (mau tidak mau) lihat itu perkalian. Tapi kita juga harus ikut nebakin tiap hari. Pertama sih diurutkan dulu dari perkalian 2, besoknya perkalian 3 dan mengulang perkalian 2 dan seterusnya sampai perkalian 9. Kurang lebih dalam waktu 2 minggu sudah hafal.

- Sebetulnya anakku masih kecil (8 bulan), tapi aku tertarik untuk memberikan ide belajar perkalian yang menyenangkan. Kebetulan aku punya usaha "Edukatif Toys" dan salah satu permainan yang ada mungkin cocok untuk melatih perkalian ini. Produk ini keluaran dari Tali Pas. Produknya banyak, mulai dari permainan buku perkalian (satu buku terdiri daribeberapa kertas/kartu) dan tali, dimana kita mencari pasangan antara pertanyaan dan jawaban. Untuk soal matematika; mereka ada 3 buku, perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Misalnya : dimulai dari atas misalkan kertas/ kartu perkalian 5, diatas ada angka 1 sampai dengan 10, dan dibawah ada angka hasil perkalian 1 sampai dengan 10 dengan 5 secara acak. Kita mulai dari angka satu, kita cari pasangannya di bawah (dengan menggunakan tali), lalu kita lingkarkan tali tersebut di kartu itu dan menuju ke angka 2, cari pasangannya lagi begitu seterusnya. Kalau sudah selesai tali kita sangkutkan ke tanda selesai. Lalu kartu tersebut kita balik, bila jawabannya benar, maka alur dari tali-tali di belakang tersebut akan sama dengan pola gambar yang ada di belakangnya. Lalu kartu yang lain misalkan perkalian 7, dan seterusnya. Sebenarnya bukan hanya matematika saja, ada seri lainnya juga. Memang aku belum punya pengalaman untuk anakku sendiri, tapi dari beberapa teman kantorku yang membeli produk ini, mereka merasakan manfaatnya, karena si anak seolah-olah bukan belajar tapi bermain.
.

Cara Belajar Cepat

Setiap manusia memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Kita memiliki kelebihan yang disebut dengan superlink, yng mempermudah, mempercepat serta membuat nyaman proses belajar. Superlink merupakan kombinasi dari gaya belajar dan pemakaian sisi otak untuk memproses dan menyimpan informasi.
Gaya belajar merupakan cara menerima informasi dari dunia di sekeliling kita. Ada empat gaya belajar utama yang dikenal, yaitu visual, auditori, tactile, dan kinestetis. Gaya belajar visual mengandalkan penglihatan pada material yang tercetak atau berbentuk grafik. Gaya belajar auditori mengandalkan pendengaran dan pembicaraan. Gaya belajar tactile adalah belajar sesuatu dengan menyentuh objek, merasakan materi secara emosional atau dengan menggunakan jari dan tangan. Gaya belajar kinestetis mengandalkan sisi motorik.
Kecenderungan pemakaian sisi otak adalah dominasi fungsi otak pada satu sisi, yaitu pada otak kiri atau otak kanan. Pengguna otak kiri cenderung memproses informasi secara bertahap dan linier. Sedangkan pengguna otak kanan cenderung berfikir global, melihat segalanya sebagai sebuah gambaran yang luas serta senang menghubungkan segala sesuatu yang nampaknya tidak saling berhubungan.
Buku ini menjelaskan bahwa ada delapan superlink yang bisa mempercepat proses belajar seseorang, yaitu : visual otak kiri, visual otak kanan, auditori otak kiri, auditori otak kanan, tactile otak kiri, tactile otak kanan, kinestetis otak kiri dan kinestetis otak kanan. Setiap manusia pada dasarnya mempunyai superlink yang berbeda-beda, dapat salah satu atau beberapa superlink diatas. Jika kita belajar tanpa memperhatikan kecenderungan superlink kita maka proses belajar akan menjadi lambat.
Tipe visual otak kiri mempercepat proses belajar dengan membaca atau melihat materi visual dalam bentuk bahasa : surat, kata-kata, dan angka, baik melalui majalah, jurnal, buku pedoman, komputer, film dan OHP, faks dan poster. Sedangkan tipe visual otak kanan belajar dengan alat bantu visual seperti grafik, bagan, ilustrasi, foto, film, lukisan atau gambar
Auditori otak kiri dapat memperepat proses belajar dengan mendengarkan, berbicara atau berdiskusi, utamanya melalui perkuliahan, ceramah, presentasi secara oral, dan alat-lat elektronik seperti CD, tape, audioteks dan radio. Sedangkan pada tipe auditori kanan, jalur belajar mereka akan terbuka lebar ketika sedang menghubungkan kata dan angka-angka dengan musik. Menurut kelompok ini pembicaraan akan lebih menarik perhatian jika langsung pada pokok permasalahan, cukup diberikan poin-poin yang penting saja tanpa harus dirinci.
Tactile otak kiri mempercepat proses belajar dengan cara mencatat dan menuliskan kembali segala hal yang dilihat, dibaca, dan didengar, baik melalui buku, diari maupun pada komputer. Sedangkan pada tipe tactile otak kanan, cara belajar mereka dengan membuat sketsa, gambar, diagram-diagram, bagan alur pikir atau membuat patung, model dan boklet-boklet artstik dari segala sesuatu yang pernah mereka lihat, baca atau dengar.
Tipe kinestetis kiri akan lebih mudah belajar jika digunakan pendekatan yang terorganisir, sistematis, dan bertahap yang melibatkan otot dan tubuh. Tipe ini sangat susah untuk belajar dalam keadaan duduk atau diam sehingga bermain, simulasi, roleplay, dan kompetisi akan mempercepat proses belajar. Sedikit berbeda dengan tipe kinestetis kiri, tipe kinestetis kanan belajar lebih cepat melalui metode demonstrasi. Apabila mereka belajar menyusun anggaran maka mereka akan cenderung menyusun anggaran suatu perusahaan, baik nyata atau imajiner. Tipe ini akan mudah mengerjakan soal-soal hanya dengan melihat contoh yang ada. Bila bergabung dalam kelompok atau tim, tipe ini senang berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain guna memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dengan banyak orang atau bermacam pergaulan.
.

Senin, 28 Januari 2008

Panduan Materi SOAL UN

Bulan Mei 2008 diperkirakan pelaksanaan Ujian Nasional, tentunya waktu yang tinggal beberapa bulan lagi harus benar-benar dimanfaatkan oleh peserta didik secara maksimal, begitu juga dengan lembaga (sekolah) menginginkan lulus 100% namun itu bukan hal yang mudah, ini harus dipersiapkan sebaik mungkin diantaranya melaksanakan bimbingan belajar (bimbel) untuk membahas soal-soal dengan bimbingan guru setempat dan seminggu sekali diadakan tryout dan sebulan sekali diadakan grand tryout, yaitu untuk mengukur tingkat keberhasilan (penguasaan SK dan KD). SMP Negeri 3 Bandar Lampung mengadakan bimbel setiap hari Senin,Selasa, mulai pukul 13.15 ,Rabu dan Kamis mulai pukul 13.00.
Dibawah ini kami buatkan links panduan materi UN soal dan pembahasannya tahun 2007, mudah-mudahan ada manfaatnya.
Selamat Mencoba!

Bahasa Indonesia.pdf
Bahasa Inggris.pdf
Matematika.pdf


Soeharto






Selamat Jalan Bapak Pembangunan


Tanggal 27 Januari 2008 Bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa ini yaitu mantan presiden Soeharto telah meninggal dunia tepat pukul 13.10 wib di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta dan di rencanakan akan dimakamkan di Astana Giri Bangun Karang Anyar Jawa Tengah pada tanggal 2 8 Januari 2008. Lubang berukuran 2,2 meter kali 1,2 meter dengan kedalaman dua meter di sebelah makam Ibu Tien Soeharto hari ini terisi. Liang lahat di Astana Giribangun tersebut akan ditempati jasad mantan Presiden Soeharto.

Itu sesuai pesan Pak Harto yang menginginkan: Bila dirinya meninggal dunia, agar dimakamkan di samping istrinya tercinta. Mereka ingin beristirahat abadi berdampingan di pemakaman keluarga yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah. Tanah leluhur pemimpin yang berkuasa selama 32 tahun itu.

Jenazah Pak Harto yang disemayamkan di rumah duka Kompleks Cendana, Jakarta, diterbangkan ke Solo pukul 08.30 hari ini. Menurut rencana, pemakaman dilakukan sebelum pukul 11.00 dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut riwayat hidup mantan Presiden HM Soeharto.

Nama : HM Soeharto

Tempat/Tanggal Lahir : Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta, 08 Juni 1921

Agama : Islam

Alamat Rumah : Jalan Cendana 8, Menteng Jakarta Pusat

Wafat: Hari Minggu, 27 Januari 2008, Pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta

Keluarga :

Orang tua : Kertosoediro (Alm) dan Sukirah (Alm)

Istri : Siti Hartinah (Alm)

Anak :

* Siti Hardijanti Hastuti

* Sigit Harjojudanto

* Bambang Trihatmodjo

* Siti Hediati Harijadi

* Hutomo Mandala Putra

* Siti Hutami Endang Adiningsih

Riwayat Pendidikan

* SD di Tiwir, Yogyakarta, Wuryantoro dan Solo (1929-1934)

* SMP dan Sekolah Agama, Wonogiri dan Yogyakarta (1935-1939)

* Masuk KNIL dan Mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Gombong, Jateng (1 Juni 1940).

* Sekolah Kader di Gombong (2 Desember 1940)

* Masuk Kepolisian Jepang Keibuho (Mei 1943)

* SSKAD, Bandung (1959-1960)

Riwayat Pekerjaan

* Menjadi Shodanco (Komandan Peleton) PETA di Yogyakarta (8 Oktober 1943)

* Menjadi Cudanco (Komandan Kompi) PETA setelah Mengikuti Pendidikan (1944)

* Kembali ke Yogya dan Membentuk Barisan Keamanan Rakyat (Agustus 1945)

* Dan Yon Brigade (1945-1950)

* Komandan Brigade Pragola Sub Teritorium IV Jawa Tengah (1953)

* Komandan Resimen Infanteri 15 (1953)

* Kepala Staf Teritorium IV Divisi Diponegoro (1956)

* Deputi I Kasad (1960)

* Ketua Komite Ad Hoc Retooling TNI-AD (1960)

* Atase Militer RI di Beograd, Paris dan Bonn (1961)

* Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat (1962)

* Panglima Kostrad (1963-1965)

* Pimpinan Sementara TNI-AD (1965)

* Panglima TNI-AD (1966)

* Ketua Presidium Kabinet Ampera (1966)

* Pejabat Presiden RI (1967)

* Presiden RI Hasil SU MPR (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968 Masa Jabatan Pertama)

* Merangkap Jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan (6 Juni 1968)

* Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. IX/1973 Masa Jabatan ke-Dua)

* Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. X/1978 Masa Jabatan ke-Tiga)

* Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI oleh SU MPR (TAP MPR No. VI/MPR 1983 Masa Jabatan ke-Empat)

* Terpilih Kembali sebagai Presiden RI pada 10 Maret 1988 Masa Jabatan ke-Lima.

* Ketua Gerakan KTT Non Blok (GNB) (1992-1995)

* Terpilih Kembali sebagai Presiden RI oleh SU MPR pada 11 Maret 1993 Masa Jabatan ke-Enam.

* Ketua Asi Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bogor

* Terpilih Kembali sebagai Presiden RI untuk masa bakti 1998-2003 Masa Jabatan ke-Tujuh (namun mengundurkan diri pada 21 Mei 1998).

Penghargaan

Bintang RI Klas I

Bintang Mahaputra Klas I

Bintang Jasa Klas I

Bintang Dharma

Bintang Sakti

Bintang Gerilya

Bintang Sewindu APRI

Bintang Kartika Eka Paksi Klas I

Bintang Jalasena Klas I

Bintang Garuda

Bintang Swa Buana Paksi Klas I

Bintang Bhayangkara Klas I

Satya Lencana Teladan

Satya Lencana Kesetiaan

Satya Lencana Perang Kemerdekaan I

Satya Lencana Perang Kemerdekaan II

G.O.M. I

G.O.M. II

G.O.M. III

G.O.M. IV

Satya Lencana Satya Dharma

Satya Lencana Wira Dharma

Satya Lencana Penegak

Bintang Yuda Dharma Klas I

The Raja of The Order of Sikatuna (Pilipina)

Grand Collier of The Order of Sheba (Ethiopia)

Grand Collier de L'Order National de L' independence (Kamboja)

The Most Auspicious Order of The Rajamitrabhorn (Thailand)

Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (Malaysia)

Order Van de Nederlandse Leeuw (Belanda)

Sounderstute des Grosskreuzes (Special order of the Grand Cross) (Jerman)

Grand Cordone (Italia)

Grand Gordon Order de Leopold (Belgia)

Grand Croiix de Legion 1 honneur (Prancis)

Groos Stern des Ehren Zeichens Feur Verdienste um die Republik Qesterreich (Austria)

Tanda penghargaan Yugoslavia

Satya Lencana Pahlavi (Iran)

Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum (Jepang)

Bapak Pembangunan RI

Bintang Kehormatan Moogunghwa dari gerakan kepanduan Korea Selatan (1 Juli 1986)

Penghargaan Medali Emas FAO (21 Juli 1986)

Penghargaan Kependudukan PBB (United Nations Population Award-UNPA) (8 Juni 1989)

Medali emas Uniesco Avicenna (Pendidikan) (19 Juni 1993).

(Ant/OL-06)

Berita terkait ' Pak Harto '

* Keluarga Cendana Booking Pesawat Tujuan Solo dan Yogyakarta
* Bandara Adi Sumarmo Ditutup Sementara
* Mahathir Tegaskan Malaysia Utang Budi Kepada Pak Harto
* Jalan Cendana Disterilkan
* Jumlah Pelayat Pak Harto Dibatasi 2.000 Orang
* Din Syamsudin Dukung Tindakan Hukum Terhadap Kroni Pak Harto
* Warga Kalitan Gelar Tahlilan untuk Pak Harto
* Masyarakat Karanganyar Siap Sambut Pak Harto Dengan Bendera Merah Putih
* Pintu Cendana Dibuka untuk Warga
* Hasyim Muzadi Ajak Warga NU Doakan Pak Harto

[ Berita 'Pak Harto' selengkapnya ]
.

Jumat, 25 Januari 2008

Buku Paket Gratis

Masyarakat Kecewa

BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Kalangan masyarakat mengaku kecewa dengan Panitia Anggaran DPRD Bandar Lampung yang tidak mampu mencarikan dana Rp4,5 miliar untuk menutupi kebutuhan buku paket siswa SD--SMA s-Bandar Lampung.

"Sangat mustahil jika Dewan dan Pemkot tidak mampu mencarikan anggaran Rp4,5 miliar untuk menutupi kebutuhan buku paket seluruh siswa dari SD sampai SMA se-Bandar Lampung, yang dihitung Panitia Anggaran DPRD Bandar Lampung berjumlah Rp10,337 miliar," kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Startegi dan Kebijakan (PuSSbik) Lampung Aryanto di Bandar Lampung, Selasa (22-1).


Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Bandar Lampung mengusulkan dana buku paket gratis hanya untuk siswa SD Rp3,872 miliar. Namun, Panitia Anggaran DPRD yang ingin menggratiskan buku paket untuk seluruh siswa SD--SMA menghitung kebutuhan anggaran sampai Rp10 miliar lebih.

Saat Panitia Anggaran tengah membahas RAPBD Bandar Lampung, muncul surat dari pemerintah pusat tentang tunjangan kesejahteraan guru dan surat dari Pemerintah Provinsi Lampung yang meminta Pemkot dan DPRD mengganggarkan dana bantuan pemilihan gubernur. Akhirnya, DPRD hanya menaikkan usulan Dinas P dan P dari Rp3,872 miliar menjadi Rp5,5 miliar. Masyarakat pun kemudian menyesalkan kekurangan Rp4,5 miliar yang tidak bisa dicarikan solusinya oleh Pemkot dan DPRD.

Menurut Aryanto, tidak ada alasan bagi Panang eksekutif atau legislatif tidak menganggarkan dana pengadaan buku gratis Rp10,337 miliar. "Jika mengalami keterbatasan anggaran, ada anggaran sewa rumah Dewan yang tidak prioritas dan tidak menyentuh langsung masyarakat. Selain itu, Panang juga bisa memangkas anggaran perjalanan dinas yang banyak tidak menghasilkan apa-apa untuk masyarakat."

Dalam APBD 2008, kata Aryanto, ada anggaran sewa rumah Dewan Rp2,724 miliar, anggaran perjalanan dinas Rp1 miliar, biaya reses hampir Rp1 miliar, dan anggaran lanjutan pembangunan Gedung DPRD Bandar Lampung Rp7,5 miliar.

"Artinya, sangat tidak masuk akal kalau Panang tidak mampu mencari anggaran Rp4,5 miliar lagi untuk pengadaan buku gratis bagi siswa SD sampai SMA tersebut. Belum lagi, Panang bisa memangkas anggaran belanja barang dan jasa serta honor panitia lelang yang dinilai terlalu tinggi," kata dia.

Selama ini, ujar Aryanto, yang memberatkan orang tua dalam memberikan pendidikan anaknya adalah tingginya biaya komite dan mahalnya biaya buku. Jika anggaran pengadaan buku dibantu lewat APBD, beban orang tua makin ringan.

Senada dengan Aryanto, pengamat pendidikan Prof. Dr. Sudjarwo juga kecewa atas keputusan DPRD yang tidak mampu mencarikan jalan keluar agar seluruh siswa mendapat buku pelajaran gratis. "Saya yakin sebagian masyarakat, terutama yang memiliki anak sekolah juga sangat kecewa," ujar dia, Selasa lalu.

Menurut Sudjarwo, dana tunjangan guru dan bantuan pilgub jangan dibebankan pada dana buku gratis, tapi disebar rata ke pos-pos lain di berbagai dinas/instansi. n KIM/HES/K-1
.

PENDIDIKAN



Rendah, Minat Pelajar dalam Menulis

BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Budaya tulis-menulis di kalangan pelajar Lampung dinilai masih rendah. Bakat ada, tetapi tidak disertai dengan minat yang cukup besar. Mereka pun umumnya tidak memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri.

Di pihak lain, bukan hanya guru yang bertanggung jawab atas rendahnya budaya ini. Tapi, juga justru kalangan yang aktif bergelut di bidang tulis-menulis, misalnya, insan pers.

"
Para pelajar di Lampung kekurangan akses dan media untuk berlatih diri," ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila) Prof. Dr. Sudjarwo, Selasa (22-1). Hal inilah yang menyebabkan rendahnya minat pelajar untuk bergelut di dunia yang mengandalkan ide ini. "Apalagi, para pelajar yang berada di daerah-daerah kabupaten, terutama di pelosok perdesaan," tambahnya.

Ia menilai tanggung jawab untuk memunculkan generasi muda yang gemar menulis tidak hanya milik guru, tapi juga insan pers. Ilmu yang dipahami seharusnya tidak untuk diri sendiri. "Insan pers melalui lembaganya agar secepatnya menjemput bola ke sekolah-sekolah, terutama yang ada di pelosok. Jangan hanya menunggu di kantor untuk dikunjungi," harapnya.

Ia menguaraikan mengembangkan minat dan bakat memang sedapat mungkin dilakukan sejak dini. Sebelum beranjak dewasa, seseorang akan mengalami masa pembelajaran di sekolah mulai dari tingkatan dasar, menengah pertama, hingga menengah atas. Setelah itu pun, minat dan bakat masih tetap bisa berkembang melalui berbagai alternatif pilihan pendidikan lainnya. Seperti kata pepatah, carilah ilmu hingga ke negeri Cina. Di sekolah, para pelajar diberikan beberapa alternatif pilihan melalui program ekstrakurikuler. "Walaupun tidak diujikan secara formal, program ini menjadi keuntungan lain bagi para pelajar. Apalagi, di tengah-tengah kesibukan melewati kegiatan belajar-mengajar yang sarat akan teori-teori," kata dia.

Ekstrakurikuler yang biasa disebut ekskul ini menjadi wadah pelajar mengembangkan minat dan bakat, di antaranya baris-berbaris, olahraga, keilmuan, kesehatan, keagamaan, maupun seni dan budaya. Belakangan, berkembang juga ekskul jurnalistik sebagai wujud ekspresi tulis-menulis.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Seputih Agung, Lampung Tengah, Candra Puasti, mengatakan hal ini saat memandu 50 siswa-siswinya berkunjung ke Harian Lampung Post, Selasa (22-1).

Kunjungan ini digelar dalam rangka studi banding untuk mempelajari praktek-praktek jurnalistik. Selain Lampung Post, mereka juga mendatangi media elektronik Lampung TV. "Kami bersyukur, walaupun sekolah kami lokasinya agak jauh dari perkotaan, siswa kami tak pernah ketinggalan informasi. Karena mereka rajin membaca surat kabar," kata dia didampingi guru Bahasa Indonesia, Heru Santoso.

Geliat ekstrakurikuler siswa-siswi diakui Candra cukup baik. Tahun lalu, lima pelajarnya, masing-masing Heri, Hamdani, Marta, Oka, dan Septi mewakili Provinsi Lampung mengikuti lomba musikalisasi puisi di Aceh.

Sebelumnya, mereka meraih juara kedua se-Bandar Lampung. Siswa-siswi kelas X dan XI ini antusias mendengarkan pemaparan materi jurnalistik yang dipandu Redaktur Pendidikan Wiwik Hastuti. Berbagai pertanyaan dilontarkan, di antaranya oleh Ayu, Evi, dan beberapa siswa lainnya, mengenai tahap-tahap mencari dan membuat berita hingga syarat-syarat menjadi penulis yang baik. n */S-2

* Yoso Muliawan Sumber : Lampung Post, 23 Januari 2008
.

Lomba Kebersihan

Telukbetung Selatan Rebut Juara Umum

BANDAR LAMPUNG (Lampost):
Kecamatan Telukbetung Selatan merebut juara umum lomba kebersihan tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2007. Tanjungkarang Barat yang selama ini menjadi sentra tanaman hias, hanya meraih juara kategori SD dan SMA terbersih di Bandar Lampung.

Kecamatan Telukbetung Selatan merupakan profil kecamatan terbersih, pasar terbersih, SMP terbersih, dan puskesmas terbersih. Sedangkan Tanjungkarang Pusat yang tahun sebelumnya masuk kategori kecamatan terkotor, mampu meraih juara II lomba kebersihan tersebut.

Atas keberhasilan itu, Kecamatan Telukbetung Selatan mempertahankan Piala Wali Kota Bandar Lampung, piala tetap, dan beberapa pesawat televisi untuk kategori beberapa juara lomba yang dilombakan.


Untuk tingkat kelurahan, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Sukabumi, meraih juara I, juara II Kelurahan Way Kandis, Tanjungsenang, dan juara III Kelurahan Surabaya, Kedaton.

Untuk kategori pasar terbersih, juara I Pasar Gudang Lelang, juara II Pasar Bambu Kuning, dan juara III Pasar Rajabasa Raya.



Untuk kategori sekolah bersih tingkat SD, juara I SDN 1 Segalamider, Tanjungkarang Barat, juara II SD Tunas Mekar Indonesia, Sukabumi, dan juara III SDN 1 Sukarame. Untuk tingkat SMP, juara I SMPN 3 (Telukbetung Selatan/TBS), juara III SMPN 29 (Sukarame), dan juara III SMP Al-Kautsar (Rajabasa). Untuk tingkat SMA, juara I SMAN 9 (TKB), juara II SMA Fransiskus (Kedaton), juara III SMAN 6 (TBS).

Untuk kategori rumah sakit/puskesmas, juara I Puskesmas Pasar Ambon (TBS), juara II Puskesmas Satelit (Tanjungkarang Timur/TKT), juara III RS Immanuel (Sukarame).

"Masing-masing juara akan mendapatkan piala tetap dan televisi. Untuk juara satu TV 21 inci, juara dua TV 20 inci, dan juara tiga TV 14 inci," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) Kota Bandar Lampung Syaiful Anwar, yang juga ketua panitia lomba.

Wali Kota Bandar Lampung Eddy Sutrisno meminta kecamatan yang berhasil meraih juara dapat mempertahankan kebersihan dan bagi yang belum meraih juara diharapkan dapat meningkatkan kebersihan di lingkungan yang menjadi objek penilaian.

Sejumlah warga yang diminta komentar soal hasil tersebut menyatakan keheranannya Tanjungkarang Barat tidak meraih juara kategori kecamatan dan kelurahan. Kecamatan
yang menjadi sentra tanaman hias selain bersih, asri, hijau, dan drainasenya juga cukup bersih.

"Herannya, setiap panitia lombanya DKK, Tanjungkarang Barat tidak pernah meraih juara. Tapi, kalau panitia lombanya adalah dinas/instansi yang independen, Tanjungkarang Barat pasti meraih juara, paling tidak juara ketiga," kata Aan, warga Kemiling. n KIM/K-1

Kamis, 24 Januari 2008

Olah Raga




KARATE INKAI





Dalam rangka membentuk manusia Indonesia yang sehat, berdisiplin dan berjiwa sportifitas yang tinggi, salah satu kegiatan ESKUL SMPN 3 Bandar Lampung yaitu olah raga beladiri Karate (INKAI). Berdiri
pada bulan Agustus 2007 dengan pelatih Sempai Sarwono, mudah-mudahan akan tumbuh dan berkembang karateka dari sekolah kita.


Jadwal latihan

Kamis, pukul 15.00 s.d pukul 17.00 (lokasi SMPN 3 Bandar Lampung)
Minggu, mulai pukul 07.00 s.d 10.00 (Lokasi di KOREM 143 GATAM, Kedaton )

Dibuka pendaftaran: silakan hubungi Sekretariat Karate (INKAI) SMPN 3 Bandar Lampung
tidak dipungut biaya (Gratis)




Rabu, 23 Januari 2008

Pelatihan



Dalam rangka menjawab tantangan ke depan, guru-guru SMPN 3 Bandar Lampung melakukan pelatihan ICT selama 3 hari, adapun materi meliputi:


  • Pengenalan Komputer
  • Ms.Word
  • Ms.Excel
  • Internet

3 hari memang dirasakan sangat kurang apalagi ada diantara kami baru menggunakan perangkat komputer jadi yah...gitu deh?, tapi semangat belajar sangat besar, ini yang membuat kita bersemangat









Minggu, 20 Januari 2008

Visi dan Misi SMPN 3 Bandar Lampung

Visi:
”Beriman teguh dan bertaqwa, unggul dalam prestasi terampil dan mampu menghadapi tantangan masa depan”

Indikator

1. Unggul dalam imtaq
2. Unggul dalam prestasi akademik
3. Unggul dalam prestasi non akademik 4. Unggul dalam bidang keterampilan
5. Unggul dalam kelulusan
6. Unggul dalam sarana (prasarana pendidikan)
7. Unggul dalam pengelolaan sekolah
8. Unggul dalam peningkatan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan

Misi:
1. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut
sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
2. Meningkatkan kegiatan dibidang agama
3. Meningkatkan pelaksnaan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
4. Melaksanakan pengembangan kurikulum sekolah
5. Melaksanakan pengembangan silabus setiap mata pelajaran
6. Melaksanakan pengembangan RPP setiap mata pelajaran
7. Melaksanakan pengembangan sistem penilaian
8. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga
setiap siswa tumbuh dan berkembang secara baik sesuai dengan
potensinya.
9. Mendorong dan menumbuhkan semangat berkompetisi kepada seluruh
warga sekolah
10. Menerapkan pengelolaan sekolah secara pertisipatif dengan melibatkan
semua warga sekolah dan masyarakat
11. Mengembangkan kurikulum muatan lokal
12. Meningkatkan kemampuan guru dalam pengembangan metode
pembelajaran
13. Meningkatkan kemampuan dalam pengembangan strategi
pembelajaran
14. Memberikan pembinaan khusus kepada siswa yang berpotensi dibidang
olah raga prestasi
15. Melaksanakan penegakkan disiplin sekolah
16. Membantu siswa dalam membentuk jiwa dan fisik yang sehat sehingga
dapat bekerja dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi
17. Melaksanakan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi siswa
untuk membentuk jiwa seni dan budaya yang tinggi
18. Bekerjasama dengan lembaga terkait, masyarakat, dalam pembinaan
siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler
19. Melaksanakan peningkatan kegiatan UKS
20. Melaksanakan peningkatan kegiatan Pramuka
21. Melaksanakan peningkatan kegiatan PMR
22. Melaksanakan peningkatan kegiatan KIR
23. Melaksanakan pengembangan kegiatan di bidang keterampilan
24. Melaksanakan pengembangan kompetensi kepada siswa yang
berprestasi dibidang akademik
25. Melaksanakan pembinaan kepada siswa yang kemampuan dibidang
akademik rendah
26. Melaksanakan pengembangan fasilitas pendidikan
27. Melaksanakan pengembangan manajemen berbasis SNP
28. Melaksanakan pengembangan kemampuan SDM (pendidik dan tenaga
kependidikan).

Sejarah Berdirinya SMPN 3 Bandar Lampung

Berlokasi di kampung Gulag Galig, maka nama pertamanya SMP Gulag Galig Telukbetung. Pada awalnya sekolah ini beralamat di Jalan Robert Wolter Monginsidi No. 72 Telukbetung Namun gedung lama tersebut diratakan dengan tanah dan dibangun lapangan KORPRI berhadapan langsung dengan kantor KDH Tingkat I Provinsi Lampung

Sekolah ini mempunyai nilai historis yang tinggi karena:

  1. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bung Karno presiden RI pertama pada tahun 1954, bersamaan dengan kunjungan beliau ke daerah transmigraasi Sumber Jaya (Lampung Barat) BRN/LOBA *
  2. Peresmian gedung SMP Gulag galig pada tanggal 16 Agustus 1958 oleh Residen Lampung Zainal Abidin Pagar Alam
  3. Gedung baru yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat No.23 Gedong Pakuon Telukbetung Selatan diresmikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri pada era Orde Baru yaitu Ir. Tungki Ari Wibowo pada tanggal 8 Maret 1992. Kegiatan Belajar Mengajar di gedung baru dimulai sejak 2 Januari 1993.

* Perubahan nama:

SMP Negeri Gulag Galig
SMP Negeri Telukbetung
SMP Nege
ri 1 Telukbetung
SLTP Negeri 3 Bandar Lampung

SMP Negeri 3 Bandar Lampung

* BRN = Barisan Rekontruksi Nasional

* LOBA = Lenyapkan Oesaha Bangsa Asing

* Tampuk Kepemim
pinan
Bapak Aksa dari tahun1958 – 1964
Bapak Dj.Sihite dari tahun 1964 – 1980
Bapak Drs.Hi.M.Shodri dari tahun 1980 – 1990

Bapak Abduh Dauli dari tahun 1990 – 1994
Bapak Syofyan RG dari tahun 1994 –
1996
Ibu Dra, Hj.djuwarsih dari tahun 1996 – 2003

Bapak Drs. Sugiyono dari tahun 2003 - 2009
Bapak Drs.Bahrunsyah, M.Pd 2009 -

Berkat kerja keras para kepala sekolah dengan dukungan semua tenaga kependidikan dan partisipasi masyarakat, sekolah ini terus mengalami perkembangan sehingga menjadi sekolah yang dicintai masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya peminat yang mendaftar yang melebihi daya tampung sekitar 50%.

A. Pada masa kepemimpinan Bapak Aksa
Fasilitas sarana dan prasarana yang serba baru dan berkualitas tinggi, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Situasi yang kondusif ditunjang juga oleh tenaga pengajar yang berkualitas. Guru-guru yang mengajar pada saat itu adalah lulusan B1 dari Jawa Tengah. Jumlah murid yang sedikit dengan tenaga pengajar yang berkualitas mendorong siswa untuk berkompetisi secara sehat.

Sistem ujian negara yang diberlakukan pada saat itu, dengan diawasi oleh guru dari sekolah lain dan pemeriksaan dilakukan ditingkat nasional, mendorong siswa yang benar-benar mampu mengerjakan soal yang dapat lulus, tanpa ada pertimbangan lain.

B. Masa Kepemimpinan Dj.sihite

Banyak guru yang beralih profesi antara lain menjadi pegawai Bank, pegawai perusahaan Swasta (PT) dan pendah mengajar ke sekolah swasta. Berpindahnya para guru tersebut disebabkan tidak sesuainya gaji guru dengan kebutuhan hidup. Akibatnya terjadi kekurangan guru. Pihak KABIN berusaha mengangkat guru-guru baru, banyak diantaranya di SR melimpah jadi guru SMP. Karena kurangnya peminat menjadi guru, maka pengangkatannya begitu mudah. Bahkan pada saat guru melamar pada saat itu juga dibuatkan SK pengakatannya. Guru-guru lama hanya tinggal berapa orang saja, diganti oleh guru baru.

Fasilitas sekolah sudah mulai menurun. PAM tidak lagi
berfungsi, sehingga sangat sulit untuk mendapatkan air. Penggalian sumur tidak pernah berhasil karena tempatnya terlalu tinggi. Hal ini sangat berdampak pada kebersihan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar sering terganggu dengan banyaknya siswa yang minta izin untuk ke kali dan meninggalkan jam pelajaran.

Jumlah siswa setiap tahunnya sangat banyak rombongan belajar sampai mencapai 30 kelas SMP Negeri Telukbetung merupakan sekolah yang sangat diminati oleh masyarakat. Yang menjadi siswa bukan hanya siswa yang berdomisili di Telukbetung saja, tetapi datang juga dari luar kota antara lain: Kalianda, Menggala, Padang Cermin bahkan dari Lampung Utara dan Lampung Barat.

Prestasi yang bisa dibanggakan yaitu dibidang Olah raga khususnya sepak Bola dan Volley Ball serta Pramuka. Sepak bola dapat berkembang menghasilkan pemain sepak bola yang cukup dikenal untuk Lampung, karena ditunjang oleh tersedianya lapangan yang letaknya dekat Sekolah.

Ada perubahan yang sangat mendasar di tahun 1968 Yaitu perubahan masa tahun ajaran. Sebelum perubahan tersebut ada perpanjangan waktu selama 6 bulan sehingga lamanya tahun ajaran menjadi 1,5 tahun. Dengan bermacam-macam pertimbangan semua siswa pada saat itu naik kelas dan lulus ujian.

Kebiasaan ini nampaknya terus berlanjut dan sangat sulit untuk menghentikannya. Terjadi kebiasaan mengkatrol nilai, secara jujur hal inilah sebernarnya awal dari menurunnya mutu pendidikan di Indonesia. Evaluasi yang kurang jujur adalah awal dari kehancuran. Budaya korup pada masyarakat Indonesia juga bersumber dari evaluasi yang tidak jujur.

C. Masa Kepemimpinan Bapak Drs.Hi.M.Shodri

Pada zaman kepemimpinan beliau prestasi dan kemajuan sekolah mulai tampak. Sekolah yang tadinya gersang dan tidak punya air mulai dihijaukan dengan bermacam-macam tanaman.Tempat-tempat penampungan air hujan dibuat, kolam-kolam dibuat hampir di setiap muka kelas, bahkan ada juga kolah ditanami ikan gurame.

Bapak Drs.Hi.M.Shodri juga cukup kreatif dalam usaha.ada usaha kebun buah antara lain: pepaya, semangka, bahkan kebun jagung ditambah lagi dengan usaha memelihara burung puyuh untuk menghasil telur yang kemudian hasilnya dijual kepada siswa lewat koperasi sekolah. Usaha ini tentu sangat berdampak positif terhadap penambahan gizi siswa dan menambah sumber dana bagi sekolah selain itu bisa juga dijadikan laboratorium alam untuk kegiatan pembelajaran siswa. Pada zamannya pula terjadi kompetisi yang sehat pada guru. Guru-guru yang mempunyai prestasi dapat terus mengembangkan ilmunya, karena mendapat kepercayaan untuk membagi ilmunya kepada guru lain melalui penataran sekolah. Kegiatan penataran guru di sekolah ini dilaksanakan oleh guru dari guru dan untuk guru. Prestasi siswa dibidang akademikpun termasuk yang diperhitungkan.

D. Masa Kepemimpinan Bapak Abduh Dauli

Masih menempati gedung lama sampai dengan Januari 1993. Pembangunan gedung baru dijalan Basuki Rahmat No.23 sudah dimulai sejak tahun 1991. Peresmian gedung baru pada tanggal 8 Maret 1992. Beberapa kelas sudah mulai diisi oleh siswa kelas I. Gedung lama diratakan tanah pada akhir tahun 1992, kemudian dijadikan lapangan KORPRI, Degung SMPN 1 Telukbetung lama yang cukup mempunyai nilai historis hanya tinggal kenangan. Pemakaian gedung baru secara utuh dimulai sejak 2 Januari 1993. Sarana dan prasarana pada gedung baru ini tidak selengkap gedung lama, seperti tidak adanya aula, ruang Keterampilan dan lapangan olah raga.

E. Masa kepemimpinan Bapak Syofyan R.G.

Masa kepemimpinan beliau hanya berlangsung selama 2 tahun, kartena beliau memasuki masa pensiun.Perindangan sekolah dan penataan halaman gedung dilakukan, sehingga keindahan dan kerindangan lingkungan sekolah tampak baik. Pembangunan Musholla juga dilaksanakan pada masa kepemimpinan beliau.

F. Masa kepemimpinan Dra.Hj.Djuwarsih

Tanggal 4 maret 1996 Bapak Syofyan R.G. di gantikan oleh Dra.Hj.Djuwarsih. Penerapan Kurikulum 1994 menuntut waktu yang lebih panjang. Program yang pertama dilaksanakan adalah pengurangan rombongan belajar menjadi 21 kelas sehingga kegiatan belajar mengajar semua berlangsung pagi hari. Sore hari digunakan untuk kegiatan ekstra kurikuler. Berbagai terobosan dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SLTPN 3 Bandar Lampung (Nama SLTPN 3 Bandar Lampung berlaku sejak tahun 1997).

SLTPN 3 Bandar Lampung berlaku sejak tahun 1997).
.
.